Empat Tahun kemudian (END)

21 3 0
                                        

Hari ini Vano pulang lebih cepat tidak seperti biasanya dikarenakan di kantor tidak terlalu banyak pekerjaan, ia diberikan sebuah perusahaan oleh Papanyanya sebagai bentuk hadiah pernikahan ia dan Syeilla.
Saat ini ia sudah berada didepan pintu dan langsung membuka pintur rumahnya.

"Ass... Astagfirullah ini rumah apa kapal pecah," ucap Vano begitu terkejut melihat rumahnya yang sudah berantakan.

Terlihat didepan Tv dua bocil kematiannya sedang meminum dot sambil menonton Cocomelon yang satu duduk di sofa sambil mengangkat kakinya keatas dan yang satunya duduk selonjoran diatas tiker Marsya And The Bear.

Vano dan Syeilla dikaruniai dua orang anak kembar yang bernama Reza Anggara dan Rozi Anggara atau sering dipanggil Eja dan Oji.
Terlihat mereka berdua sedang menikmati dot Hello Kitty mereka berdua dan Syeilla yang sudah pasrah dengan keadaan rumah untuk saat ini.
Vano melihat Syeilla sedang duduk melamun di meja makan langsung menghampiri.

"Sayang," panggil Vano.

"Astaghfirullah," latah Syeilla.

"Kamu gapap kan?"  tanya Vano.

"Aku cape," ucap Syeilla memeleas.

"Yaudah istirahat Gih," pinta Vano.

"Iya nanti aja,"

"Daddy!!" teriak Eja sebagai Kakak menghampiri Vano.

"kenapa Hmm?" tanya Vano kepada Eja.

"Daddy uda ulang?" (Daddy uda pulang)tanya balita yang bernama Oji.

"Uda Sayang, Eja mana?" tanya Vano kepada putra sulungnya.

"Ada i itu, ia agi ain ana-ana," (Ada di situ, dia lagi main warna-warna).

"Eja," panggil Vano kepada kembaran Oji.

"Iaaa," sahut Eja berlari kearah Vano sambil membawa dot dan sebuah lipstik yang sudah ia coret-coret di mukanya.

"Astagfirullah Eja!!" teriak seseorang dari belakang Vano membuat Vano kaget bukan main.

Vano langsung mendekat kearah Syeilla karena dirasa Syeilla pasti akan ngamuk "Sayang sabar sayang itu anak kamu loh".

"Arrrggg aku tuh cape Vano, bisa gak sih kita jual aja mereka berdua," ucap Syeilla Frustasi.

"Heh kamu ngadi-ngadi, masa anak sendiri mau dijual," sahut Vano.

"Aku capek Van tiap hari tuh mereka berdua yang aku hadapin,"

"Eja ejaa," panggil Oji kepada sodara kembarnya.

"Iya Oji," sahut Eja.

"Amu epat-epat cembunyi, nanti akutnya Maminya onster arah ama amu anti amu di amuk yoh," (Kamu cepat-cepat sembunyi, nanti takutnya Maminya monster marah aama kamu nanti kamu diamuk loh," saran Oji.

"Oooo... ii amuk,"(Ooo... diamuk) ucap Eja mencerna perkataan Ojo "Ejaaa oyongi Oji, Oji akut di amukk," (Eja tolongin Oji, Oji takut diamuk).

"Cup cup cup, ending ita igi umah nya Om Aka iar ii ariin ukun tuk ihir Maminya Onster iar iyang," (Cup cup cup, mending kita kerumah Om Azka biar di carin Dukun untuk sihir Maminya monster biar hilang) Saran Eja.

"Ejaa, Ojiii !!!!" teriak Syeilla yang sudah habis kesabarannya.

Syeilla langsung menarik kedua dot milik putra nya "Ini hukuman buat kalian berdua gak bakalan Momy bikinin dot lagi!" tegas Syeilla.

Eja langsung memeluk kaki Syeilla"Momy pliss angan ambil dot ami." (Momy plis janban ambil dot kami).

Oji yang melihat Abangnya langsung ikut memeluk kaki Syeilla "Momy Eja anji ndak ainin iptik Momy agi pliss," (Momy Eja kanki enggak mainin lipstik Momy lagi pliss).

The Same DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang