37

131 8 1
                                        

             HAPPY READING

"Hawanya adem banget." Ujar Langit seraya merentangkan tangannya.

Ya, saat ini Langit dan Senja sedang berada dipantai. Langit mengajak Senja ke pantai untuk merayakan kemenangan mereka.

"Aku baru pertama kali ke pantai, ternyata pantai itu indah ya." Ucap Senja.

Lalu dengan jahilnya, Langit menciprati Senja dengan air laut.

"Langiiitt! Kebiasaan deh, suka jail. Awas ya!" Dumel Senja.

"Ahahaha." Langit tertawa lalu berlari.

"Aduuh capek." Ucap Langit seraya duduk diatas pasir dan Senja pun ikut duduk.

"Lo tau enggak, kata bokap gue kalau kita teriak, hati kita tuh jadi sedikit tenang. Karena setidaknya, walaupun enggak ada yang dengerin, lo bisa ngeluarin emosi lo." Ujar Langit.

"Masa?." Ucap Senja tak percaya.

"Coba aja." Ucap Langit.

Senja tersenyum pelan, lalu dia menghela nafasnya.

"AAAAAAAAAAA! SENJA SALAH APA SAMA KAMU? SENJA ANAK BAIK, TAPI KENAPA KAMU BUAT SENJA KAYAK GINI? KENAPA KAMU HARUS BUAT ALUR KEHIDUPAN SENJA KAYAK GINI! GARA - GARA KAMU SENJA KECEWA, GARA - GARA KAMU HATI SENJA SAKIT. KAMU JAHAT, KAMU JAHAT SAMA SENJA. PAPA, MAMA, AFZHA, SENJA SAYANG SAMA KALIAN! hiks..hiks..hiks." Teriak Senja seraya melempar pasir ke udara seperti sedang melempari seseorang.

"Senja." Ujar Langit.

Senja terduduk dan menangis, "Hiks..hiks..hiks..kamu jahat."

"Senja, lo kenapa?." Tanya Langit seraya merangkul Senja.

"Dia." Ucap Senja seraya menunjuk angkasa.

"Dia jahat sama aku, dia buat alur kehidupan aku kayak gini. Aku anak baik, tapi dia bikin aku kecewa hiks..hiks..hiks."

"Allah enggak jahat sama lo Senja. Allah tau lo kuat makanya dia ngasih cobaan ini buat lo."

"Aku capek Langit, aku capek."

"Lo bisa cerita ke gue." Ucap Langit seraya menghapus air mata Senja.

Lalu, Senja pun menceritakan semuanya.

"Gue emang enggak pernah ngerasain apa yang lo rasain, tapi gue bisa rasain kesedihan lo. Allah sengaja ngasih lo cobaan ini, karena kalau Allah enggak ngasih cobaan ini lo enggak akan jadi Senja yang kuat dan enggak akan jadi Senja yang mandiri kayak sekarang." Jelas Langit.

"Sakit Lang, hati aku sakit hiks..hiks..hiks."

"Lo yang sabar ya, setelah semua rasa sakit dan kecewa ini berlalu, lo pasti bakal bahagia, gue yakin itu, Allah enggak akan pernah buat hambanya sakit dan kecewa melebihi batas."

Lalu, sesaat kemudian Langit berdiri dan menatap angkasa.

"HEHHH! GUE MARAH SAMA LO! LO UDAH BIKIN SENJA GUE NANGIS! BALIKIN SENYUMAN SENJA GUE SEKARANG JUGA! KARENA KALAU DIA NANGIS MUKANYA JADI LUCU! DAN ITU BUAT GUE MAU CUBIT PIPINYA!." Teriak Langit seraya tertawa, dan itu membuat Senja ikut tersenyum.

"Kok lo senyum sih, padahal gue lebih suka liat sad face nya lo, mau gue cubit tadi padahal." Ujar Langit.
"Langiiit!." Ucap Senja seraya mencubit pelan pinggang Langit dan Langit pun dengan sigap memeluk Senja.

LANGIT SENJA  (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang