Chapter Three

1.7K 200 6
                                        

Sakura menatap sekelilingnya bingung.
Di mana ia sekarang ini? Padahal seingatnya ia baru saja tertidur di kamarnya.

Apa ini mimpi?

Melangkahkan kaki tak tentu arah, Sakura berjalan menyusuri lorong sepi itu. Suasananya sunyi sekali dan gelap pula. Tidak ada satu pun lampu yang menyala hanya cahaya bulan yang sedikit menyinari lorong tersebut.

Dalam remang-remang Sakura melirik kanan kirinya yang terdapat beberapa pintu ruangan tertutup. Ia menyipitkan matanya mencoba membaca papan nama yang ada di atas salah satu pintu ruangan yang ia lewati.

Kelas 2-E? Apa ini disekolah? Kenapa aku bisa ada disekolah?

Tap

Tap

Tap

Tap

Sakura langsung mengalihkan pandangannya kaget. Dari arah depannya terdengar langkah kaki seseornag yang seperti tengah berlari. Lalu siluet hitam mulai nampak dari kegelapan sana.

Sakura gelagapan. Ia melirik kesana kemari mencari tempat bersembunyi. Tidak ada. Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Dengan wajah panik Sakura melirik ke arah datangnya siluet hitam itu.

Seorang siswi?

Siluet hitam yang ternyata seorang siswi itu  berlari melewatinya begitu saja. Wajah siswi itu terlihat panik dan ketakutan. Tangannya mendekap sebuah buku.

Dan entah kenapa Sakura malah berlari mengikutinya. Mengikuti siswi itu yang berlari ke arah sebuah ruangan dan masuk ke dalamnya.

"Perpustakaan?" Sakura mengerutkan keningnya saat membaca papan di atas pintu tersebut.

Saat ia hendak membuka pintu, jeritan seseorang dari lorong yang baru saja ia lewati mengagetkannya.

Rasa takut tiba-tiba menggerogoti hatinya. Sakura menatap panik pintu perpustakaan yang tidak bisa ia buka. Padahal tadi pintu itu bisa di buka saat siswi tadi masuk.

Bagaimana ini?

Sakura semakin panik ketika mendengar suara lngkah kaki dan desingan benda yang mengingatkannya pada mimpi malam kemarin.

Sial!

Ia berlari menjauh. Menyusuri lorong sambil sesekali mencoba membuka pintu-pintu yang ada disana.

"Oh, Fuck!" Makinya saat tidak ada satu pun pintu yang bisa di buka.

"Hey..."

Sakura langsung menolehkan kepalanya saat mendengar seseorang memanggilnya.

Di sana, di pertigaan lorong yang tak jauh darinya ada seseorang berdiri dan melambaikan tangan menyuruhnya datang menghampiri.

"Kemarilah..." panggilnya dengan agak berbisik.

Dengan waspada Sakura melangkah menghampiri. Ia menatap bingung orang itu –yang ternyata seorang gadis– tengah celingukan kesana kemari, lalu dengan tiba-tiba gadis itu menariknya dan menbawanya berlari dari sana.

"H-hey! T-tunggu– auch.." Sakura meringis saat tangannya di cengkram kuat oleh gadis itu.

"Sstt... jangan berisik..." Ujar gadis itu sembari membuka pintu ruangan yang entah ruangan apa. Mungkin kelas karena saat Sakura masuk ia melihat banyak meja dan kursi yang berjejer rapih.

"Kemarilah..."

Sakura mengedipkan matanya cepat. Ia baru sadar kalau gadis itu sudah melepaskan cengkramannya dan berjongkok di bawah meja paling pojok di belakang.

Another Eyes ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang