Chapter Six

1.5K 191 17
                                        

"Aaaaaaaaa,"

Ke empat manusia berbeda gender itu saling berteriak terkejut. Shikamaru dan Ino yang baru sampai di halaman depan gudang itu mengerutkan keningnya terheran-heran mendapati ke empat sahabatnya berteriak nyaring.

"Hey! Kenapa kalian berteriak?" Tanya Ino setelah sampai di depan ke empat sahabatnya itu.

Naruto, Sasuke, Sakura dan Hinata terdiam dengan nafas memburu. Wajah Naruto dan Sasuke sudah pucat pasi dengan keringat yang mengalir di pelipis masing-masing.

"Sakura!" Seru Naruto. "Aku hampir mati jantungan kau tau!?"

"Apa!? Kau pikir aku tidak terkejut juga. Kalian tiba-tiba berteriak!" Balas Sakura dengan nada kesal.

Tadi saat ia dan Hinata berniat menghampiri Naruto dan Sasuke, mereka mendapati kedua lelaki itu tengah mengintip di jendela gudang. Sudah berkali-kali mereka memanggil keduanya tapi tak satupun menyahut atau melirik.

"Kenapa kau harus menepuk pundak ku tiba-tiba begitu! Aku kan jadi kaget. Kan bisa panggil namaku saja tidak usah main tepuk." Naruto juga terlihat kesal karena terkejut bukan main. Ya, bayangkan saja sedang dalam keadaan takut setengah mati gara-gara melihat hantu tiba-tiba bahumu di tepuk, kaget pastinya kan.

"Kami sudah memanggil kalian berulang kali, tapi kalian tidak menyahut." Ucap Hinata yang sudah berhasil menormalkan detak jantungnya yang sempat berdisko ria.

"Memangnya apa yang kalian lihat sampai mendadak jadi tuli begitu, hah?"

Naruto yang tadinya kesal mendadak kembali gemetar ketakutan. Tangannya heboh menunjuk-nunjuk ke arah jendela yang tirinya tersingkap.

"Apa?" Tanya Ino tiba-tiba was-was entah kenapa. Ia bergeser mendekati Shikamaru yang berdiri sambil terus menguap ngantuk.

"Ta-tadi... T-tadi... D-di sana...di sana ada-" Naruto tiba-tiba menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Hinata menatap cemas kekasihnya itu, "Ada apa Naruto-kun?" Tanyanya.

Belum sempat Naruto kembali bicara, Sasuke tiba-tiba melengos begitu saja. Jalannya cepat, dan kedua tangannya mencengkram erat celananya.

"Dobe. Cepat bereskan pekerjaanmu!" Titahnya sambil menarik kasar karung sampah miliknya.

Naruto hanya mengangguk cepat, lalu ia berlari ke tempat bekerjanya tadi. Ia mencabuti rumput dengan cepat dan brutal.

Sakura saling tukar pandang dengan Ino, Hinata dan Shikamaru. Bertanya-tanya apa yang terjadi dengan kedua lelaki itu.

"Apa mungkin mereka melihat hantu?" Tanya Ino berbisik sambil melirik was-was ke arah gudang di belakang mereka.

"L-lebih baik kita bantu mereka biar cepat pulang. Ayok!" Ajak Hinata yang merasa merinding sekujur tubuhnya. Ia bahkan tak berani melirik ke arah gudang.

Ino mengangguk cepat lalu berjalan terlebih dahulu di ikuti Hinata dan Shikamaru. Sedangkan Sakura malah terdiam sambil memandang ke arah Jendela .

Entah Ilusi atau apalah itu, ia merasa melihat seseorang mengintip dari dalam saat mereka tengah mengobrol tadi. Dengan bergidik Sakura segera berlari kecil menyusul teman-temannya.

Setelah menyelesaikan hukuman dari Rin, mereka sesegera mungkin meninggalkan wilayah sekolah yang sudah sangat sepi itu.

Di perjalanan sesekali Sakura melirik kebelakang. Ia merasa seseorang tengah mengikuti mereka. Lalu ia menghentikan kakinya, serentak yang lainnya pun ikut berhenti dan meliriknya.

"Ada apa Sakura?" Tanya Ino.

Sakura hanya menggeleng lalu kembali melanjutkan jalannya. Shikamaru yang melihat gelagat aneh Sakura melambatkan langkahnya hingga sejajar dengan Sakura.

Another Eyes ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang