Chapter Five

1.6K 186 13
                                        

Seperti dugaan Kakashi kemarin. Pagi ini Konoha High School di hebohkan dengan berita panas yang muncul di majalan online sekolah. 'TERLIHAT SELALU SENDIRI BUKAN BERARTI JOMBLO, YA!' —Begitulah judul berita yang di ketik dengan huruf kapital dan tebal. Di bawah tulisan itu terdapat foto seorang laki-laki dewasa yang mereka kenal tengah duduk berhadapan dengan seorang wanita cantik. Beberapa foto lainnya juga di muat disana membuat warga sekolah tercengang dan memekik tak percaya.

"Astaga, ini sungguh betulan? Ya ampun Kakashi-sensei...."

"Sudah ku bilangkan kalau Kakashi-sensei itu bukan gay!"

"Kakashi-sensei tampan sekali."

"Awww, romantisnya..."

"Astaga, Aku iri...."

Begitulah kiranya beberapa komentar yang di dengar Kakashi saat sampai di sekolah. Ia segera memasuki ruang guru secara diam-diam sebelum para siswa yang penasaran kembali mengejarnya dan mengerubunginya lagi dengan berbagai pertanyaan seputar berita menghebohkan itu.

Sedangkan di sisi lain, Ino menatap puas kolom komentar berita buatannya yang sudah mencapai 2 ribu komentar.

"Heboh sekali pagi ini." Celetuk Naruto sambil melirik para siswa yang masih menggosipkan tentang Kakashi.

"Tentu saja. Siapa yang akan menyangka kalau Kakashi-sensei ternyata punya sisi romantis begitu." Ujar Hinata sambil terkekeh geli mengingat kembali kejadian di cafe kemarin.

"Beritanya mengalahkan berita dari kasus pembunuhan di tv." Kata Sakura sambil geleng-geleng kepala.

Ino mendengus lalu menepuk dadanya bangga. "Oh, siapa dulu dong yang membuatnya." Ujarnya lalu menyibak rambutnya angkuh.

"Ngomong-ngomong soal kasus pembunuhan, semalam di temukan korban baru, kan?" Celetuk Shikamaru yang sedang memejamkan matanya.

"Ya, dan korban kali ini lebih mengenaskan. Tubuhnya sudah membusuk." Ino mengernyit jijik.

"Dia yang di nyatakan hilang seminggu lalu, kan? Dan sekarang mayatnya tiba-tiba di temukan di pinggir jalan dekat perbatasan. Bukankah itu aneh? "tanya Hinata sambil mengaduk-aduk jus alpukat miliknya.

Natuto mengangguk setuju dengan ucapan kekasihnya itu. "Benar. Di perbatasankan ada pos polisi dan mereka selalu aktif berjaga setiap waktu."

"Seharusnya kali ini polisi bisa mendapatkan petunjuk. Pos polisi disana di lengkapi cctv, kan?" Kata Ino.

"Ya. Selain itu juga ada yang paling penting yang harusnya bisa jadi barang bukti dan petunjuk." Ucap Sasuke membuat semua mata meliriknya. "Bukankah, korban di temukan dalam keadaan tangannya terikat dasi? Seharusnya dengan adanya dasi tersebut para polisi sudah bisa melacak si pelaku." Lanjutnya.

Sakura mengerutkan keningnya, bingung. "Dasi? Di berita tidak di sebutkan soal dasi." Seingatnya di berita semalam polisi tak mengatakan apapun soal tangan yang terikat dasi. Polisi hanya mengatakan bahwa korban di temukan di pinggiran jalan dekat perbatasan dalam keadaan sudah membusuk.

Ino mengangguk setuju. "Dari mana kau tau soal itu, Sasuke?" Tanyanya

"Itachi menangani kasus ini." Jawab Sasuke.

"Tapi, kenapa polisi menyembunyikan soal dasi itu?" Tanya Naruto dengan kening mengerut.

Sasuke menghela nafasnya pelan lalu ia menatap datar Naruto yang barusan bertanya. "Tidak ada satu pun sidik jari di dasi tersebut." Ucapnya.

"Maka dari itu polisi tak menyebutkan apapun soal dasi agar tak membuat masyarakat semakin resah dan meragukan kinerja para polisi." Shikamaru mengangguk paham.

Another Eyes ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang