Dor!
Buakh!
Wanita itu terjengkang dan langsung meraung kesakitan. Pistol yang ia pegang terlempar, dengan segera Karin membuang batu besar yang ia gunakan untuk memukul kepala wanita itu dan memungut pistol tersebut. Kekuatan gadis merah itu tak main-main, kepala botak si wanita sampai terluka parah karenanya. Darah terus mengalir dari kepalanya sampai tak lama kemudian wanita itu pingsan.
"Dasar botak sialan!"
Karin dengan kasar menendang payudara besar wanita itu. Setelah puas menendang dan memukul tubuh wanita yang tak sadarkan diri itu, ia segera menyeretnya dan menyandarkannya ke sebuah pohon lalu mengikatnya dengan tali yang tak sengaja ia temukan saat bersembunyi tadi.
Setelah memastikan wanita itu terikat kuat, Karin berjalan tertatih menyusuri pepohonan di sana dan sampailah di pinggir jalan masuk bertepatan dengan sebuah mobil hitam yang langsung berhenti di depannya. Ia menatap waspada mobil tersebut sambil menyiapkan pistolnya di balik punggung.
"Karin!"
Seorang pemuda turun dari mobil dan segera menghampiri Karin yang langsung menangis histeris dan hampir terjatuh ke tanah jika ia tak segera menggapainya.
"Ya tuhan! Syukurlah kau hanya terluka sedikit!" Pemuda itu menghela nafasnya lega mendapati kekasihnya yang hanya terluka sedikit. Saat di perjalanan, bayang-bayang mengenai kekasihnya yang terluka parah dan tewas membuatnya sangat ketakutan hingga menyetir gila-gilaan kemari.
"Ayo, kubawa kau ke rumah sakit sekarang..." Pemuda utu menuntun Karin memasuki mobil. Namun saat ia baru membuka pintu mobil, Karin menahannya.
"Sakura... dia masih di sana. Kita harus menyelamatkannya!"
"Apa? Sakura? Sakura di sana?" Pemuda itu terkejut bukan main. Pasalnya beberapa waktu yang lalu ia sempat mendengar dari obrolan Sasuke dan Shikamaru jika gadis bernama Sakura menghilang. Segera saja ia merogoh sakunya untuk mengambil ponsel dan menghubungi kawannya itu.
"Aku akan menghubungi Sasuke. Kau masuklah..."
Baru saja ia hendak menekan tombol panggilan, dari arah dia datang tadi beberapa mobil mendekat kearah mereka. Lalu satu motor melaju cepat ke arahnya.
"Sasuke!"
Melihat keberadaan kawannya, Sasuke segera menepikan motornya. Beberapa mobil yang mengikutinya di belakang ikut menepi.
"Sui? Sedang apa kau di sini?"
Suigetsu hendak menjelaskan, namun Karin lebih dulu mengatakannya sambil berjalan tertatih-tatih mendekati Sasuke. "Sasuke! Sakura... kita harus segera menyelamatkannya!"
"Karin!" Ino yang baru turun dari mobil Neji segera berlari menghampiri gadis merah itu. Ia menangis histeris melihat keadaan Karin yang terluka dan berantakan. Lalu matanya dengan cepat mengedar kesana kemari mencari sosok merah muda sahabatnya.
"Dimana Sakura? Karin, dimana Sakura?" Dengan histeris Ino mengguncang tubuh Karin yang langsung terseok-seok.
Sai segera menahan kekasihnya itu. "Tenanglah Ino... Karin sedang terluka."
"Sekarang dimana Sakura?" Sasori datang menyerobot dengan wajah kalut. Perasaannya semakin tidak enak ketika melihat keadaan Karin.
"Dia diseret kembali ke dalam gedung... Sakura menyuruhku kabur dan menelepon bantuan... Tadinya aku ingin kembali untuk menolong Sakura, ta-tapi wanita gila itu datang mengejarku dengan membawa pistol... aku terpaksa lari kabur agar bisa meminta bantuan..." Dengan tersenggal-senggal Karin mencoba menjelaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Eyes ✓
De Todo[END] Penasaran dengan teror aneh yang di alaminya, Sakura mencoba mencari tau penyebab teror itu dan apa yang diinginkan si peneror. Di bantu oleh Naruto dan sahabat lainnya. Mereka berusaha mecari sesuatu yang seharusnya tidak mereka cari. Sesuatu...
