Sakura berlari cepat menghampiri kumpulan kawannya yang duduk melingkar di sudut kelas. Ia segera melempar makanan yang baru saja ia beli lalu menggebrak meja itu kuat.
"Sakura..." Sasuke menggeram kesal, pasalnya ia yang tengah asik menulis merasa terganggu dan tulisannya jadi tercoret akibat gebrakan tersebut.
"Ahh, gomen-gomen..." Sakura cengengesan sambil merapihkan makanan yang berserakan di meja akibat ulahnya.
"Kau itu kenapa sih?" tanya Naruto.
Seketika Sakura kembali melempar makanan yang sedang ia bereskan itu sambil berseru kencang. "Ahh!"
"Kalian tau ad-'
"SAKURA!"
Ucapan Sakura terpotong oleh teriakan seseorang dari arah pintu. Orang itu berjalan lunglai menghampiri mereka dnegan nafas ngos-ngosan.
"Apalagi sekarang, haaaaah...?" Bocah yang duduk di samping Sasuke bangkit dari tidurannya dan memandang malas kedatangan gadis pirang yang barusan berteriak menggelegar.
"Kau kenapa lagi?" Shikamaru, bocah yang tidurnya terganggu itu menatap malas kawan seoroknya itu.
Ino hendak berbicara namun dadanya masih terasa sesak bukan main. Ia berlari sekuat tenaga mengejar Sakura kemari.
"Tari nafas dulu cantik..." ujar Sai, bocah dengan kulit pucat sepucat mayat.
Naruto mengerutkan keningnya bingung. Apalagi yang terjadi dengan kedua gadis bar-bar ini? Pikirnya.
"Kenapa kau meninggalkanku?" tanya Ino ketika nafasnya sudah teratur.
Sakura terkekeh pelan, ia menggaruk keningnya. "Kau sih lamban, dasar babi."
"Ap-"
"Sensei datang!" ucapan Ino terpotong oleh teriakan seseorang yang memberitahukan jika guru mereka sudah datang. Mereka segera membubarkan diri dan duduk di kursi masing-masing.
"Selamat pagi anak-anak."
"Pagi, Sensei!"
Bisik-bisik tetangga mulai terdengar kala seorang gadis cantik mengikuti sang guru masuk ke kelas.
Ino dan Sakura saling lirik. "Benarkan aku bilang, dia akan masuk ke kelas kita..." bisik Ino.
"Siapa dia?" tanya Naruto yang kebetulan duduk di belakang mereka.
"Siswi barulah, siapa lagi!" jawab Ino dengan nada sewot.
"Itu yang tadi mau aku beritahukan pada kalian," ujar Sakura dengan suara pelan sambil melirik kawan-kawannnya yang duduk di belakang. Lalu matanya tak sengaja bertemu pandang dengan Sasuke, ia langsung tersipu malu.
Melihat semburat di pipi Sakura, Ino mendengus. "Cih."
"Kenapa kau, cemburu huh?" Sakura melirik Ino sinis. Keduanya selalu bersaing jika sudah menyangkut Sasuke.
Naruto menghela nafas malas melihat kedua gadis yang kembali memperebutkan si bocah emo yang duduk di belakangnya itu.
"Masih gantengan aku juga, cuih."
"Mimpi!" Ino dan Sakura serempak berteriak dengan mata mendelik tajam kearah Naruto.
"Ehemm!"
Deheman keras dari arah depan membuat ketiga bocah itu ciut. Sanga guru menatap tajam mereka.
"Maaf, sensei..." ucap Ino sambil menunduk.
"Baiklah. Tolong semuanya tenang dulu..." Suasana kelas yang tadinya riuh dengan bisik-bisik tetangga langsung senyap. "Ayo perkenalkan dirimu..." Guru itu mempersilahkan gadis cantik yangs sedari tadi mengikutinya untuk memperkenalkan diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Eyes ✓
Random[END] Penasaran dengan teror aneh yang di alaminya, Sakura mencoba mencari tau penyebab teror itu dan apa yang diinginkan si peneror. Di bantu oleh Naruto dan sahabat lainnya. Mereka berusaha mecari sesuatu yang seharusnya tidak mereka cari. Sesuatu...
