Chapter Eleven

1.4K 176 14
                                        

Jangan lupa Vote nya minna~~~

Selamat membaca~~~

®®®

"Barusan yang lewat itu.... Karin, kan?"

Sakura mengangguk ragu, "Ya... Sepertinya itu dia." Matanya menatap lurus punggung seorang siswi yang baru saja melewatinya.

"Tapi dia terlihat...." Hinata memiringkan kepalanya menatap aneh ke arah siswi berambut merah yang menghilang di persimpangan koridor.

"Ada apa?" Naruto menatap heran kedua wanita yang terdiam dengan ekspresi aneh. Ia baru saja selesai memarkirkan motornya dan mendapati ketiga kawannya berdiri diam di sini. Apa mereka menunggunya?

"Barusan aku lihat Karin lewat." Jawab Hinata sambil melirik kekasihnya itu.

Naruto mengangguk, "Oh, ya. Dia sudah kembali, pertukaran pelajarnya selesai kemarin."

Sakura dan Hinata mengangguk bersamaan. "Tapi bukankah dia terlihat aneh, Hinata?" Tanya Sakura.

"Ya. Seharusnya kan dia menghampiri Sasuke..." Ucap Hinata dengan suara yang memelan di ujung kalimat. Matanya melirik ke arah laki-laki yang berdiri diam di samping Sakura. Naruto yang sedari tadi memerhatikan Hinata ikut melirik ke arah pandang kekasihnya itu.

"Hmmmm, betul juga. Seminggu belakangan dia tak pernah lagi bertanya soal, teme. Kenapa aku baru sadar." Ujar Naruto dengan wajah serius menatap Sasuke yang malah asik memandangi Sakura. Laki-laki pirang itu mendengus geli melihat binar di mata yang biasanya selalu tajam dan tampak dingin itu.

Sakura melirik Naruto penasaran. "Serius?" Tanyanya dan Naruto mengangguk sebagai jawaban.

"Astaga. Mungkinkah akhirnya dia menyerah?" Bisik Hinata.

"Mungkin." Ujar Naruto yang membuat Hinata langsung menyenggol Sakura sambil menaik turunkan alisnya menggoda.

Sakura berdecak pelan menahan kedutan di ujung bibirnya, lalu berdehem untuk meredakan euforia yang mendadak menyerang hatinya.

Sasuke mendengus geli melihat Sakura yang tengah menahan senyum.

"Astaga, Ino!"

Mereka serempak melirik suara gaduh yang berasal dari arah belakang. Ino berjalan dengan kaki di hentak-hentak, wajahnya terlihat kecut dan kusut. Lalu gadis itu berhenti tepat di hadapan Sakura dengan menghentakkan kakinya cukup kuat.

Sakura melirik Shikamaru yang berjalan di belakang Ino. Ia bertanya tanpa suara dan laki-laki itu hanya mengedikan bahunya sebagai jawaban.

"Kau itu kenapa? Latihan paskibra, huh?" Ino mendelik tajam ke arah Naruto membuat laki-laki itu langsung bungkam.

"Bagaimana dengan seleksimu kemarin, Ino?" Tanya Sakura.

Ino berdecak kesal, kakinya kembali mengetuk lantai keras. "Aku lulus." Ujarnya dengan nada ketus.

"Lalu? Kenapa kau terlihat kesal sekarang? Harusnya kau senang bodoh. Dasar tidak bersyukur." Cibir Naruto yang lagi-lagi mendapat delikan tajam dari Ino dan di tambah cubitan dari Hinata.

"Diamlah, kau rubah!" Kata Ino dengan wajah yang semakin merengut kesal. "Ternyata syarat untuk ikut lomba mengharuskan setiap pesertanya berpasangan. Dan kalian tau siapa yang jadi pasanganku?"

Sakura dan Hinata menggeleng bersamaan. "Siapa?" Tanya Naruto penasaran.

"Uzumaki Karin!"

Sedetik kemudian tawa membahana menggelegar dari mulut ketiga kawannya. Ino menatap penuh benci ketiga orang yang asik tertawa itu.

Another Eyes ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang