Akibat secara tidak sengaja menjadi aktor dalam sebuah video, Ares dan Karin terpaksa menikah untuk menjaga image keluarga mereka.
Apakah mereka berdua bisa bertahan dalam pernikahan tersebut disaat Karin masih mempunyai seseorang yang dia cintai?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Manda!"
Suara laki-laki yang sangat familiar berhasil membuyarkan lamunan Manda. Dia menoleh, mendapati kakak dan bestie-nya sedang jalan ke arahnya.
"Wah bawain gue bekal ya?" tanya Lingga kepedean karena lihat Manda nenteng tas bekal.
Manda mengerucutkan bibirnya. "Enak aja, bukan buat Kak Lingga, tapi buat Kak Naren."
"Ngapain tiap hari kasih dia makanan sih, Manda?" Januar tanya dengan nada kesal.
"Naren namanya."
"Tau. Males aja nyebutnya."
Manda berdecak kesal.
Dua pria yang sedang berhadapan dengan Manda adalah Januar dan Lingga. Karyawan di kantor Surya Nagatama. Memang dunia sesempit itu.
Januar dan Lingga adalah sahabat sejak SMA. Kebetulan keduanya masuk universitas yang sama dan fakultas yang sama juga, meskipun beda jurusan. Dan berujung keduanya juga bekerja di tempat yang sama pula.
Okay, selesai dengan sedikit perkenalan Januar dan Lingga.
Januar sebenarnya tidak suka dengan pria yang dijodohkan dengan adiknya itu. Tapu dia tau kalau adiknya suka sejak pertama kali dipertemukan dengan Naren. Hampir tiap hari, Januar tau kalau Manda selalu ke kantornya cuma untuk memberikan bekal makan siang kepada Naren. Padahal Naren tidak pernah memakan bekal Manda. Januar tau karena setiap hari dia lihat Naren makan siang dengan Karin di kantin kantor. Manda pun tau siapa Karin.
Maka dari itu Januar tidak suka dengan Naren. Tapi dia tidak bisa berbuat banyak karena perjodohan itu keputusan orang tuanya dan Manda pun tidak menolak untuk dijodohkan dengan Naren.
"Gue panggilin anaknya ya?" Lingga menawari.
"Nggak usah Kak, udah aku chat tadi."
Januar tiba-tiba menarik tangan Manda. "Kalo gitu, ayo makan bareng sekalian."
"Eh Kak, aku bukan karyawan sini." Manda mengikuti kakaknya dengan langkah berat. "Kak...lepasin."
Lingga cuma senyum melihat temannya yang selalu jahil ke adiknya. "Nggak apa, biasanya juga ada orang luar makan di sini, habis rapat, pengajuan proposal, anak kuliahan mau magang. Santai aja."
Manda sebenarnya agak ragu karena kalau Naren tau, takut dikira dia bawa pasukan buat nyerang dia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.