Akibat secara tidak sengaja menjadi aktor dalam sebuah video, Ares dan Karin terpaksa menikah untuk menjaga image keluarga mereka.
Apakah mereka berdua bisa bertahan dalam pernikahan tersebut disaat Karin masih mempunyai seseorang yang dia cintai?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Res..."
"Pa..." Ares sudah lemas saat melihat Julian datang padanya. Rasanya dia ingin memeluk pria yang dia panggil papa itu.
"Ayo pulang. Meetingnya Papa batalin." ajak Julian lalu pergi duluan.
"Telpon gue kalo ada sesuatu." pesan Ares pada Jevan.
"Tenang. Lo jangan mikirin kantor dulu. Selesaiin urusan lo. Semoga Karin baik-baik aja. Rumah tangga kalian juga." kata Jevan dengan tulus sambil menepuk pundak Ares.
Julian dan Ares pulang menggunakan mobil masing-masing. Beruntunglah Ares karena sebelum dia bilang mau jemput Karin, yang dia sendiri tak tau dimana, Julian mendapat kabar dari Yura kalau Yesha sudah dalam perjalanan ke rumah bersama Karin.
Bagaimana Yesha bisa cepat menemukan Karin? Tentu saja melalui Rara. Yesha menghubungi Rara karena dia sudah tau kalau Karin tidak mungkin ke rumah orang tuanya. Buktinya, Julian dan Yura tenang-tenang saja. Kalau Karin pulang ke rumah orang tuanya, dia pasti diinterogasi lalu Sandy dan Irene ngomong ke Julian dan Yura. Begitu analisa Yesha.
Saat meghubungi Rara melalui pesan langsung di instagram, Yesha to the point tentang keadaan Ares. Sama halnya dengan Rara. Keduanya diskusi dan sepakat untuk mempertemukan mereka berdua.
Rencana awal, Yesha akan menjemput Karin sore hari, menjelang jam pulang Ares. Tapi berita pagi ini membuat Yesha pergi ke rumah Rara saat matahari belum muncul. Karena jarak rumah mereka hampir sejam kalau tidak kena macet.
Dalam perjalanan menuju rumah Julian, Yesha terus menenangkan Karin yang menangis terus menerus. Yesha tidak tau kalau kakak iparnya akan berada diposisi seperti ini. Masalah menghajar mereka bertubi-tubi tanpa jeda.
Yesha sampai rumah beberapa menit setelah Ares dan Julian. Sandy dan Irene pun sudah duduk dengan wajah cemas di ruang tamu.
"Karin, sayang..." Irene langsung memeluk putri semata wayangnya begitu muncul di hadapannya.
Tangis Karin makin menjadi. Pelukannya sangat erat pada tubuh ibunya seakan tidak mau dipisahkan. Sandy kemudian ikut memeluk mereka berdua sambil mengusap lembut surai anaknya.
"Karin..." suara getar Yura membuat mereka bertiga melepaskan pelukan. Yura membuka lebar tangannya bersiap menerima pelukan menantu kesayangannya itu.
Karin menghamburkan tubuhnya pada tubuh Yura. "Nangis aja nggak papa. Secepatnya semuanya akan kembali lagi kayak biasanya." ucap Yura seraya mengusap rambut dan punggung Karin.
Mungkin seisi rumah mengira tangis Karin karena berita Ares dan Karin pagi ini. Tapi tidak, Karin menangis karena masalahnya dengan Ares. Dia bahkan tidak berani menatap Ares sejak tiba tadi.
Julian meletakkan ponselnya di meja, lalu memulai perbincangan.
"Inilah alasannya kenapa Papa menikahkan kalian. Sesuai dugaan Papa, sex tape kalian cepat atau lambat akan tersebar."