Akibat secara tidak sengaja menjadi aktor dalam sebuah video, Ares dan Karin terpaksa menikah untuk menjaga image keluarga mereka.
Apakah mereka berdua bisa bertahan dalam pernikahan tersebut disaat Karin masih mempunyai seseorang yang dia cintai?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cahaya hangat matahari yang sudah mulai meninggi berhasil membuat Karin membuka matanya. Wanita itu benar-benar tidur sangat nyenyak meskipun berada di sofa. Dia melihat ke tempat tidur dan masih mendapati pria yang kini sudah menjadi suaminya itu masih terlelap di bawah selimut.
"Dasar nggak tau malu. Cewek dibiarin tidur di sofa, sendirinya enak-enakan tidur di kasur." gerutu Karin sambil menguncir rambutnya.
Karin melihat ada makanan yang masih utuh di atas meja, tapi sayang sudah amat sangat dingin sampai terlihat mengering.
"Serius ini orang..." Karin mendengus kesal. "Kenapa beli makanan kalo cuma buat pajangan?" Karin memijit kepalanya sendiri.
"Sepertinya gue beneran gak bisa hidup sama orang modelan kayak dia! Baru sehari udah bikin sakit kepala."
Karin nggak tau aja alasan Ares tidak memindahkannya dan juga itu adalah makanan yang Ares pesankan untuknya. Tapi yang namanya Ares dimata Karin mah salah terus pokoknya. Nggak ada benernya.
Tanpa membangunkan Ares, Karin mulai bersih-bersih badan, dandan seadanya lalu pergi ke bawah untuk sarapan. Sendiri.
Sebenarnya Karin paling nggak bisa makan sendiri di tempat ramai. Tapi sekarang kalo harus nunggu Ares dulu, monster-monster di dalam perutnya keburu menggerogoti lambungnya. Lagian Karin juga males kalo sarapan berdua doang dengan Ares.
Selesai mengisi perutnya, Karin pergi ke area kolam renang yang masih lumayan ramai. Dia rebahan disalah satu kursi tepi kolam yang cukup sepi lalu mulai melakukan panggilan video. Tidak perlu waktu lama, panggilan Karin terjawab.
"Morning baby~"
"Nareeeen"
"Kenapa cemberut gitu hmm?"
"Pengen pulang. Sebel banget sama si Ares itu. Masa ya aku dibiarin tidur di sofa, dia enak-enakan di kasur..."
"Kalian tidur terpisah?"
"YAIYALAH! Gila apa tidur sama dia. Emang kamu mau aku tidur sama dia?"
"Jangan."
"Makanya. Tapi paling gak dia harusnya ngalah gak sih sama cewek? Serius ini punggung aku sakit semua."
"Uh sayang sayang, nanti ya kalo kita ketemu aku pijitin..."