Dua Puluh Tiga

4K 268 119
                                        

Jangan lupa vote dan komen🫰🏻
Happy reading🫶🏻

Jangan lupa vote dan komen🫰🏻Happy reading🫶🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"KARIN!"

"Lo kenapa?"

Tangis Karin makin keras saat melihat Ares duduk jongkok di depannya. Dia langsung meraih tubuh Ares, menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher pria itu.

"Naren..." ucap Karin disela-sela tangisnya.

"Naren...sama...Manda"

Suara Karin terbata-bata karena tangisnya yang tak kunjung berhenti.

Ares mengusap pelan punggung wanita yang terus menangis dipelukannya itu.

"Iya...iya, udah ya." Ares melepaskan pelukan Karin lalu menyingkirkan rambut-rambut Karin yang menutupi wajah cantiknya. "Ayo masuk dulu, nanti kedinginan."

Ares merangkul tubuh Karin, memapahnya masuk ke dalam hotel. Dia langsung memesan kamar, setidaknya mereka bisa mengganti pakaian basah mereka dulu dengan bathrobe.

Sampai di dalam kamar, Karin berdiri mematung dan masih terus menangis.

"Gue denger...gue denger mereka..."

Ares tak tega melihat Karin yang menatapnya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. Dia kemudian membawa Karin ke dalam pelukannya. Menepuk pelan agar lebih menenangkannya.

"Mereka...mereka...di kamar..."

"Karin, udah ya, ada gue." Ares melepaskan pelukannya. "Badan lo menggigil. Bibir lo pucat banget. Gue ambilin bathrobe. Ganti itu dulu. Habis ini Mbak Diah gue suruh kirimin pakaian buat kita."

Sebelum Ares melangkah, Karin menahan tangannya. Membuat Ares kembali menoleh kearahnya.

"Peluk gue."

Tanpa banyak omong, Ares menuruti permintaan Karin. Dia mendekap erat tubuh istrinya yang semakin menggigil karena kedinginan.

Ares kembali melepaskan pelukannya, lalu menangkup wajah Karin. "Rin, lo menggigil banget..."

Mata Ares seketika membelalak saat Karin tiba-tiba menempelkan bibirnya pada bibir Ares secara singkat.

Karin tertunduk malu karena perbuatannya barusan, mencoba mundur namun ditahan oleh Ares yang langsung menarik tangannya hingga tubuhnya kembali menempel pada tubuh pria itu.

Ares meraih dagu Karin, kedua mata mereka bertemu.

"Karin?"

"Sorry." balas Karin tanpa menatap Ares.

"Lo sadar gue siapa?"

Karin mengerutkan kening, tidak paham maksud pertanyaan Ares.

"Karin Lakshita, aku siapa?"

"Ares Genta—emphh..."

Belum selesai Karin menyebutkan nama Ares, bibir wanita itu langsung dilahap oleh sang pria.

Married by Accident [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang