Akibat secara tidak sengaja menjadi aktor dalam sebuah video, Ares dan Karin terpaksa menikah untuk menjaga image keluarga mereka.
Apakah mereka berdua bisa bertahan dalam pernikahan tersebut disaat Karin masih mempunyai seseorang yang dia cintai?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Wiiii cocok juga mereka." ucap Rara begitu melihat foto prewedding temannya.
Cukup lama Rara memandangi foto itu, sampai Haikal tiba-tiba memotret foto Ares & Karin lalu mengirimnya ke whatsapp Rara.
"Buat apa?" tanya Rara heran.
"Kamu tadi bilangnya udah mepet jamnya, sekarang malah mantengin foto ini. Itu udah aku kirim, nanti liatin waktu dimake-up aja." jawab Haikal.
Rara menepuk jidatnya, lupa kalo tadi buru-buru karena dia jadi bridesmaid. Sebenarnya bisa aja Rara dandan sendiri di rumah, tapi kata Karin dirias barengan aja biar sama make upnya. Soalnya yang jadi bridesmaid cuma 2 orang. Rara dan Yesha. Tugas mereka sih cuma nuntun Karin dari dalam gedung ke altar.
Nggak bisa dikatain nuntun juga sih, karena gaun Karin menuhin tempat. Mungkin lebih ke dayang-dayangnya aja.
Rara masuk ruangan rias dengan heboh seperti biasa. "Karin sayangku akhirnya nikah juga. Eh, katanya lo gak excited tapi foto prewed lo sumpah gila cantik banget. Serasi banget gila gila. Gak sabar gue pengen punya ponakan dari elo..."
"Ehm..."
Rara langsung menutup rapat mulutnya saat Yesha berdeham. Ya gimana ya, namanya pesta pernikahan pasti "Semua mata tertuju pada mempelai wanita" meskipun belum selesai dirias. Makanya, saat Rara tadi masuk, dia langsung tetuju ke Karin, nggak fokus ke sekitarnya.
Soal Yesha, jangan harap dia senang sama pernikahan kakaknya ini. Dia makin ngereog saat Ares cerita yang sebenarnya. Yesha yakin Karin menjebak Ares. Tapi Ares meyakinkan lagi kalo nggak mungkin Karin yang melakukan, karena yang rugi lebih banyak ya dia sendiri.
Sampai saat ini juga Yesha masih nggak suka sama Karin. Jadi bridesmaidnya pun karena terpaksa karena ini pernikahan kakaknya.
"Mbak, ini temen saya yang jadi bridesmaid." ucap Karin ke tim MUA.
Rara langsung duduk di kursi sebelah Karin dan langsung dieksekusi. Dia kembali mengamati foto prewedd kiriman Haikal.
"Sumpah lo cantik banget. Keliatan bahagia."
"Bahagia darimana? Lo gak liat muka gue gak ada senyum sama sekali?"
"Tapi lo cantik banget, kalo cantik tuh biasanya bahagia."
"Ra...please. Gue cantik dari lahir."
Rara menjawab dengan gesture tangan O. Tidak mau berdebat lagi. Sementara Yesha cuma berdecih mendengar obrolan mereka.
"Lo berangkat sama Haikal?" tanya Karin.
"Iya lah. Yakali gue berangkat tanpa pasangan."
"Kasian anjir, jam berapa ini. Tadi suruh nyusul aja kan nggak papa. Pasti sekarang lagi bengong sendirian. Si anu pasti sibuk sama temennya."
"Haikal? Bengong sendiri? Cium pantat gue kalo dia kayak gitu."
-Di venue pernikahan-
"Pak, ini ditaruh mananya?" tanya Haikal saat membawa nampan berisi gelas kosong.