Lima Mei. Ares baru saja masuk ke ruangan untuk rapat, namun ponselnya berdering. Panggilan dari rumahnya.
"Pak, Ibu pecah ketuban. Saya sudah panggil ambulance."
"Ares...pulang..."
Suara Karin yang menahan sakit dan tangis membuat jantung Ares hampir berhenti berdetak. Dia bengong saking kaget dan bingungnya. Untungnya ada Jevan yang segera menyadarkannya.
"Res, ada apa?"
"Iy...iya, aku pulang sekarang. Kamu tenang, aku pulang." Ares langsung mengakhiri panggilannya.
"Karin mau lahiran." ucap Ares gugup ke Jevan.
"Tenang...tenang. Lo harus tenang." Jevan memegang kedua lengan Ares. "Gue emang belum ada diposisi lo, tapi lo sekarang harus tenang. Kalo lo bingung, Karin makin bingung. Meskipun lo takut, lo tegang, jangan tunjukkin di depan Karin. Lo yang harus nenangin dia. Oke."
Ares beberapa kali menarik-menghembuskan nafas. "Thanks Jev. Gue nitip kantor."
"Aman. Good luck."
Setengah jam kemudian Ares sampai di Rumah Sakit Ibu & Anak. Awalnya dia menuju rumah, tapi ditengah perjalanan, dia dapat kabar kalau Karin sudah dibawa ke rumah sakit.
Ares langsung menuju ruang perawatan setelah bertanya kepada resepsionis dengan perasaan kalut. Semua bayangan di kepala Ares langsung buyar saat dia melihat istrinya dengan santainya makan mie ayam.
"Hai..." sapa Karin lalu memasukkan sendok berisi mie ke dalam mulutnya.
Ares bingung. Dia pikir istrinya sedang nangis kesakitan. Nyatanya, dia sedang asyik makan sambil nonton youtube di ponselnya.
"Kamu nggak papa?" tanya Ares seraya duduk di samping Karin.
"Pembukaan 1. Sekarang nggak papa sih. Lapar, mau isi tenaga dulu." jawab Karin.
"Nggak sakit?" tanga Ares lagi sambil ngusap perut istrinya itu.
Karin menggeleng. "Ada mules dikit. Tadi waktu telpon kamu emang sakit banget. Sekarang udah berkurang."
Meskipun tadi jantungnya sempat hampir copot, Ares akhirnya bisa bernafas dengan tenang melihat Karin yang baik-baik saja.
Jam menunjukkan pukul 12.35 saat seorang dokter dan perawat memasuki ruangan Karin untuk melakukan pemeriksaan pembukaan.
"Masih pembukaan 1 ya, Bun. Kalau sampai jam 3 belum ada pembukaan lanjutan, Bunda bersedia dilakukan tindakan induksi ya? Karena air ketuban ibu sudah mulai keluar."
"I...iya, Dok." jawab Karin ragu.
"Dok, apa ada opsi lain?" tanya Ares.
Karin dan Ares sudah sering membaca tentang kehamilan, juga persalinan. Termasuk tindakan induksi, yaitu proses untuk merangsang kontraksi yang tujuannya mempercepat proses persalinan.
Ares juga tanya-tanya ke teman-teman kantornya yang sudah berpengalaman. Hampir semuanya tidak menyarankan induksi karena sakitnya berkali-kali lipat dari kontraksi alami. Tapi beberapa yang toleransi rasa sakitnya tinggi merasa tidak masalah saat diinduksi.
Dan Ares tau kalau Karin sangat tidak bisa menahan sakit.
"Jalan terakhir, operasi caesar, Pak." jawab Dokter.
Karin refleks menggenggam tangan Ares saat mendengar itu.
Nampaknya, dokter melihat kekhawatiran pada pasangan muda di depannya itu. Sambil tersenyum, Dokter bilang, "Silahkan dibicarakan dulu baiknya gimana. Semua tindakan ada resikonya, tapi kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk Bunda dan si kecil."
KAMU SEDANG MEMBACA
Married by Accident [Completed]
FanfictionAkibat secara tidak sengaja menjadi aktor dalam sebuah video, Ares dan Karin terpaksa menikah untuk menjaga image keluarga mereka. Apakah mereka berdua bisa bertahan dalam pernikahan tersebut disaat Karin masih mempunyai seseorang yang dia cintai?
![Married by Accident [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/309732685-64-k32463.jpg)