Akibat secara tidak sengaja menjadi aktor dalam sebuah video, Ares dan Karin terpaksa menikah untuk menjaga image keluarga mereka.
Apakah mereka berdua bisa bertahan dalam pernikahan tersebut disaat Karin masih mempunyai seseorang yang dia cintai?
"Sayang, kamu lagi ngapain?" Karin berdiri di ambang pintu belakang melihat suaminya sedang duduk jongkok di depan sangkar burung.
Jiwa bapak-bapak Ares mulai tumbuh sejak kehamilan Karin memasuki usia 4 bulan. Tiba-tiba saat pulang kerja, dia bawa sepasang burung love bird. Waktu ditanya Karin, katanya ada karyawannya yang nawarin, dikasih harga murah juga karena butuh uang, akhirnya dia beli.
Awalnya Karin percaya, tapi setelah itu, hampir 2-3 hari sekali, tiap Ares pulang kantor selalu bawa 1 burung + sangkarnya, Karin sudah tidak percaya lagi alasan Ares. Jelas sekali itu mau dia sendiri. Mana mungkin ada orang nawarin buat beli burung tiap hari.
Akhirnya Ares mengiyakan kalau dia suka memelihara burung-burung. Dengar suara kicauan mereka pagi hari jadi terasa lebih segar. Apalagi pekarangan rumah mereka yang luas dan hijau, cocok dengan adanya suara burung-burung. Dan Karin juga merasakan itu. Dia tidak komplain sama sekali.
Tapi karena jumlah burungnya yang makin banyak, Ares membuat sangkar burung permamen di belakang rumah. Bukan cuma itu, dia juga merekrut tukang kebun, karena tidak mungkin setiap pagi dia sendiri yang membersihkan kandang. Kecuali saat weekend seperti sekarang ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ngecek si Tony, kemarin sakit. Jadi aku pisahin dulu sangkarnya." jawab Ares.
Karin geleng-geleng. Dia jalan mendekat sambil memegangi perut besarnya yang dalam beberapa minggu lagi akan kembali rata. Lalu dia duduk di kursi.
"Kamu kok hafal namanya sih? Aku lihat semua mukanya sama. Warnanya doang beda. Tapi tetep sama."
"Bisa dong, yang. Nih lihat Tony, mukanya agak garang. Tapi sekarang nggak garang soalnya sakit." Ares menunjukkan burung yang dia genggam pada Karin.
Reaksi Karin cuma merotasikan bola matanya. Ares menamai burung-burung peliharaannya dengan nama karakter Avengers. Karin nggak banyak protes, yang penting nanti nama anaknya nggak aneh-aneh.
"Yang..."
"Hmm?" Ares merespon tanpa noleh ke Karin.
"Aku pengen mie goreng."
"Mbak Dyah belum balik?"
"Udah, tapi aku mau mie buatanmu."
Kali ini Ares noleh ke Karin. Wajah istrinya sudah berubah memelas, bibir melengkung ke bawah. Tangannya mengelus perutnya.
"Siapa yang mau?"
"Aku."
"Tumben jujur, biasanya "adek yang minta"."
"Mau bikinin apa enggak?" Karin cemberut.
"Iya, aku bersih-bersih dulu bentar." ucap Ares lalu memasukkan si Tony ke dalam sangkar.
Ares pergi ke kamar untuk mandi, Karin mengikutinya sampai ke depan kamar mandi.
"Kamu ngapain? Duduk aja di depan. Nonton TV." ucap Ares saat Karin sudah ikut berdiri di depan pintu kamar mandi.