Akibat secara tidak sengaja menjadi aktor dalam sebuah video, Ares dan Karin terpaksa menikah untuk menjaga image keluarga mereka.
Apakah mereka berdua bisa bertahan dalam pernikahan tersebut disaat Karin masih mempunyai seseorang yang dia cintai?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebenarnya liburan Ares-Karin kali ini tidak bisa disebut sebagai 'liburan' juga, karena mereka berdua lebih ke 'pindah tempat tidur'. Tiap 2 hari sekali mereka pindah hotel, hanya untuk merasakan sensasi yang berbeda. Betul sekali, sensasi saat mereka sedang bergulat di atas ranjang.
Bayangkan saja, selama 8 hari mereka liburan, hampir tiap 2 hari sekali mereka tutup malam mereka dengan bercinta. Belum selesai disitu, paginya juga beberapa kali mereka masih melanjutkan kegiatan panas mereka lagi. Hal baiknya, hubungan mereka menjadi semakin dekat. Ares tidak ragu lagi kalau ingin memanggil Karin dengan 'sayang', begitu juga Karin. Dia sudah tidak sungkan memanggil Ares 'sayang'.
Jangan tanya gaya apa saja yang mereka pakai. Hampir semua yang sudah mereka baca dari internet mereka coba praktekan. Beberapa gaya yang membuat Karin tidak nyaman langsung Ares hentikan dan ganti lagi dengan gaya yang lain. Meskipun begitu, tetap saja mereka akhiri dengan gaya yang disarankan dokter agar cepat membuahkan hasil.
"Kalo ini jadi, berarti made in Paris ya..." ucap Karin yang sekarang memainkan telunjuknya pada dada polos Ares.
Semula Ares menciumi kepala Karin langsung dibuat tertawa dengan celetukan istrinya itu. "Ada-ada saja...amin."
Karin memeluk Ares, tidak memberi jarak pada tubuh mereka yang sama-sama tidak terbungkus sehelai benangpun. "Males beres-beres, males pulang. Pengen tiduran dulu."
"Kamu tiduran aja, aku yang beres-beres. Penerbangan masih nanti malam, masih lama."
Karin semakin mengeratkan pelukannya. "Maunya tiduran sama kamu. Extend bisa nggak?"
"Diomelin Papa kalo nggak pulang-pulang, Yang. Kerjaanku udah numpuk, Jevan tiap hari ngomel-ngomel. Nyampe rumah besok, kita bisa tiduran kayak gini tiap hari." Ares mengecup singkat puncak kepala Karin lalu melepaskan pelukan istrinya itu. "Kamu tidur sekarang, biar nggak kecapekan. Aku beres-beres dulu."
Karin merubah posisinya menjadi sedikit bersandar pada headboard. Dia juga menarik selimut lebih tinggi untuk menutupi bagian dadanya. Sementara Ares yang hanya memakai boxer mulai merapikan isi koper mereka.
"Jevan suruh cepat nikah sama Yesha deh biar nggak ngerecokin kamu terus."
"Yesha yang masih tarik ulur. Jevannya sih oke-oke aja."
"Kenapa deh Yesha begitu?"
"Katanya mau memantapkan hati dulu."
"Emang dia dekat sama cowok lain selain Jevan?"
"Setauku nggak ada. Mereka udah cukup dekat, udah sering dinner bareng. Yesha juga beberapa kali diajak ke rumah Jevan buat ketemu sama orang tuanya. Mama Papa juga setuju banget kalo Yesha sama Jevan."
"Tapi kenapa Yesha belum mau?"
"Nggak tau lah, ada trust issue kali sama cowok."
"Jevan suruh ngeyakinin dong. Mau sampe kapan hubungan nggak jelas kayak gitu. Kalo kelamaan entar takutnya diambil yang lain."