"Kau yakin tidak apa-apa, Sasuke-kun?"
"Hn."
Sakura menatap khawatir suaminya yang kini tengah bersiap-siap akan pergi ke pertemuan kolega perusahaannya pukul 5 sore mendatang.
Pasalnya wajah Sasuke masih tampak sedikit pucat dan terlihat letih. Sudah 5 hari ia sakit, dan ia bahkan belum beristirahat sedikit pun. Padahal suhu tubuhnya selalu tinggi, bahkan dirinya sampai hilang selera untuk makan.
Semua itu karena hujan pembawa sial dan malam panjang yang petaka bagi Sasuke.
Terburuknya, setelah adegan ciuman kemarin, Sasuke menjadi terlihat menjaga jarak dengan Sakura. Tentu hal tersebut membuat Sakura jengah. Tapi ia tak bisa diam saja. Tak akan ada komunikasi yang akan berjalan jika dia juga sama-sama diam.
Sebisa mungkin Sakura menepis egonya kembali.
"Benar tidak apa-apa?"
Sasuke tidak menjawab. Membuat Sakura semakin resah melihatnya. "Sasuke-kun!" Namun tetap tidak ada jawaban, suaminya itu masih sibuk merapikan pakaiannya, mengabaikan semua perhatian Sakura.
"Lebih baik kamu beristirahat saja karena kamu masih sakit."
Sasuke menghela napas lelah, ia mulai terasa pusing kembali. Ia juga mulai lelah mendengar suara Sakura yang selalu saja memanggil dan menginterupsi dirinya.
Padahal niat Sakura baik.
"Sasuke-kun!"
"Diamlah, Sakura."
Jawaban dingin itu sontak membuat hati Sakura mencelos. Perasaannya mulai berkecamuk, namun ia tetap ingin membujuk Sasuke agar tidak pergi. "Tapi kamu masih sakit."
Sasuke spontan berjalan mendekati Sakura. Tatapan tajam itu mulai mengunci kedua bola mata emerald yang terlihat begitu khawatir. "Kau..."
Sakura bungkam seribu bahasa. Ia tak sanggup berkata jika sudah ditatap tajam dan dingin seperti ini oleh Sasuke.
"Menyebalkan sekali!" Desis Sasuke tajam.
Tapi bukan Sakura namanya jika tidak melawan Sasuke. Sekalipun hatinya teriris dalam oleh respon Sasuke padanya, tapi ia tak akan menyerah. "Ya sudah, aku ikut saja denganmu!"
Kedua onxy hitam itu menatap bingung. "Apa maksudmu?"
"Aku akan menemanimu!"
"Tidak! Aku tidak butuh!"
"Kenapa? Aku hanya akan menemanimu untuk memastikan bahwa kamu akan baik-baik saja ketika menyetir nanti." Walaupun hatinya kembali tergores melihat penolakan Sasuke yang terlihat begitu keras padanya, tapi ia tidak punya pilihan lain saat ini. Ia akan menyimpan rasa sakit penolakan itu untuk nanti saja.
"Aku bisa sendiri, Sakura!"
"Kau malu membawaku kah? Aku kan istrimu! Seorang istri biasanya boleh ikut hadir untuk menemani suaminya kan?"
Mulut Sasuke seketika terbungkam dalam. Sudut hatinya terasa sakit mendengar ucapan yang begitu tajam dari Sakura. Tapi ia yakin, hati Sakura bahkan lebih berdarah ketika mengatakan itu padanya.
"Aku tidak menerima penolakan!" Teriak Sakura final.
"Sakura, hentikan! Kau tidak akan paham kondisi yang akan terjad-"
Belum saja Sasuke kembali menolak mentah-mentah, Sakura sudah berlari masuk ke walk in closet untuk mengganti pakaiannya. Mendadak sakit di kepalanya semakin menjadi-jadi. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan Sakura.
Tak butuh waktu yang lama, Sakura sudah siap dengan polesan yang tipis dan gaun yang sederhana namun tetap tampak elegan di tubuhnya.
Sasuke yang melihat keputusan sepihak Sakura benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Gadis itu memang sangat keras kepala. Bahkan mengalahkan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uchiha Hills '20 [END]
Romance[SELESAI]✔️ Uchiha Sasuke dan Uchiha Sakura baru saja terikat dengan tali pernikahan karena perjodohan kedua orang tua mereka. Segera setelah menikah, mereka tinggal di rumah bernama Uchiha Hills '20, di pelosok pegunungan Konoha yang sejuk dan inda...
![Uchiha Hills '20 [END]](https://img.wattpad.com/cover/331743988-64-k512213.jpg)