Pagi ini terlihat cerah, gelombang awan beserta sinar mentari tampak berirama membentuk langit yang indah, membuat energi semangat di dalam diri Sakura terbit dengan baik.
Setelah mempertimbangkan kegiatan apa saja yang akan ia lakukan hari ini, gadis bersurai merah muda itu memilih untuk pergi ke supermarket dan membeli bahan-bahan dapur.
"Sasuke-kun!"
Pria berambut raven gelap itu menoleh dan sedikit terkejut mendapati Sakura yang sedang berdiri di ujung ruangan kerjanya. Entah mengapa mendadak ruangannya tersebut terasa cerah karena kehadiran gadis itu. Karena sebelumnya selalu terlihat muram dan gelap baginya.
Ah, itu hanya perasaan Sasuke saja.
"Ayo antarkan aku ke supermarket!" Ujar Sakura sembari tersenyum penuh semangat. "Aku sudah menyiapkan catatan untuk membeli semua keperluan dapurmu." Sahutnya sembari memperlihatkan kertas putih yang sudah terisi banyak tulisan.
Sasuke tertegun sejenak. "Kau sendiri saja."
"Bagaimana bisa?"
"Kenapa?"
"Aku manusia baru di sini. Aku tidak tahu-menahu tentang daerah sini."
"Supermarket ada di jalan besar sebelum belokan ke arah rumahku."
"Sama saja-"
"Pergi. Aku sedang sibuk di sini sekarang."
Sakura menatap tak percaya pada Sasuke yang kini malah asyik kembali menatap layar laptopnya. Rasa semangat itu tiba-tiba luntur begitu saja tergantikan rasa kekecewaan.
"Baiklah, aku pinjam mobilmu ya."
"Hn."
Dengan malas, ia mulai mengendarai mobil hitam milik Sasuke dan berharap ia akan menemukan jalan pulang dan pergi sendirian dengan selamat.
***
Sudah 2 jam lamanya, tetapi belum ada tanda-tanda kehidupan Sakura. Membuat Sasuke sedikit gelisah.
Ia mulai bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu utama rumahnya. Mulai memastikan apakah gadis itu sudah ada tanda-tanda akan pulang atau belum.
Apakah dia tersesat?
Sasuke mulai gusar. Kemudian ia mengambil ponsel untuk melakukan panggilan ke Sakura. Namun nihil, tidak diangkat sama sekali.
Setelah menunggu setengah jam di depan pintu rumahnya, ia beranjak ke kamarnya untuk memastikan sesuatu.
Dan benar saja dugaannya, bahwa ponsel milik Sakura tergeletak begitu saja di atas meja. Seketika itu pula Sasuke mendesah keras.
Kemudian ia kembali meletakkan benda pipih itu ke atas meja dengan lesu. Tetapi setelahnya, tatapannya terkunci karena melihat sesuatu di layar ponsel Sakura yang menyala dan tidak terkunci.
Terlihat sebuah wallpaper yang menampakkan Sakura beserta ayah dan ibunya. Di sana Sakura tengah menggunakan baju Toga dengan selendang yang bertuliskan Cumlaude S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan tersenyum sangat manis dengan polesan make up yang tipis namun tetap tampak cantik.
Saat itu juga, Sasuke mengetahui fakta baru.
Bahwa Sakura bukan gadis biasa.
***
"Aku pulang!"
Sambil sedikit berteriak untuk memberikan tanda kepulangannya, ia terus berjalan tertatih-tatih sembari membawa banyak barang belanjaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uchiha Hills '20 [END]
Romantik[SELESAI]✔️ Uchiha Sasuke dan Uchiha Sakura baru saja terikat dengan tali pernikahan karena perjodohan kedua orang tua mereka. Segera setelah menikah, mereka tinggal di rumah bernama Uchiha Hills '20, di pelosok pegunungan Konoha yang sejuk dan inda...
![Uchiha Hills '20 [END]](https://img.wattpad.com/cover/331743988-64-k512213.jpg)