"Apakah kau yakin Sakura-chan?"
Sakura mengangguk perlahan.
"Apakah aku perlu masuk ke dalam bersamamu?"
"Tidak perlu, Naruto." Jawab Sakura. Kemudian ia menghela napas panjang untuk memulai langkahnya keluar dari mobil dan memasuki sebuah cafe di kota Konoha. "Terima kasih. Kamu pulang duluan saja ya. Nanti aku bisa pulang naik taksi."
"Aku akan menunggumu-"
"Tidak." Sakura menggeleng tegas. "Lebih baik kamu pulang saja. Jangan menungguku."
Naruto mengerti. Sakura saat ini hanya butuh waktu untuk sendiri dalam beberapa waktu. Namun di sudut hatinya, ia masih merasa khawatir, apalagi memikirkan bagaimana kondisi pertemuan Sakura dengan seseorang yang akan berlangsung sebentar lagi.
"Baiklah. Jika kamu membutuhkan sesuatu, langsung hubungi aku ya, Sakura-chan?"
Sakura mengangguk patuh. Kemudian mobil sedan berwarna putih itu mulai pergi meninggalkan dirinya di parkiran. Lantas ia mulai bergegas masuk ke dalam cafe dengan langkah gontainya.
Helaan napas itu terdengar untuk yang kesekian kalinya. Rasanya memang begitu berat. Tapi ia harus melewati ini semua.
Ia perlu memastikan sesuatu.
Termasuk perasaannya.
"Hai! Apakah kau sudah lama menungguku datang?"
Suara itu tiba-tiba saja meremukkan hatinya sangat dalam. Mendengar suara yang sudah terdengar sangat familiar untuknya itu lagi-lagi membuka luka lama.
"Tidak."
Gadis berambut merah cantik itu mulai duduk di hadapan Sakura. Dengan tatapan licik dan senyuman palsunya, ia seramah mungkin menatap Sakura.
"Jadi, ada perlu apa dirimu mengajakku bertemu?"
Ada tatapan meremahkan itu kembali di sana.
Wanita ini benar-benar sukses menjungkirbalikkan kehidupannya begitu saja.
"Apa kau sudah kembali sehat?"
"Hmm... tentu saja." Jawab Karin dengan bangganya. "Oh, kenapa kamu bisa tahu jika seminggu yang lalu aku sakit?"
Tak ada jawaban. Sakura paham dengan maksud Karin yang mulai menyudutkan dan akan segera mengejeknya kembali.
"Apakah Sasuke bercerita tentangku padamu? Atau mungkin dia sudah mulai terbuka dengan hubungan kami padamu?"
Kembali. Sakura kembali tidak menjawab pertanyaan itu.
"Kenapa kau tidak ikut menjengukku saat itu? Aku bahkan sampai bertanya pada Sasuke. Harusnya dia mengajakmu." Sahutnya. Kemudian senyuman miring itu tercetak di bibirnya. "Oh, aku tahu. Pasti dia menolak dirimu untuk ikut kan? Tentu saja, dia memang berniat melihatku tanpamu. Dia takut dirimu semakin terluka jika melihat kedekatan kami yang terlihat lebih dari sekadar teman."
"Apa maksudmu?"
"Tak ada pertemanan di antara pria dan wanita, Uchiha Sakura. Dan itu berlaku untukku dan Sasuke." Jawab Karin dengan santai. "Kau paham dengan hubungan kami kan? Aku yakin dirimu bahkan sudah mengetahuinya. Tolong jangan pernah merasa menjadi korban ketika kamu sendiri yang faktanya telah memisahkan kami."
Sakura mendongak. Menatap Karin dengan sebuah penyesalan yang amat besar.
Karin benar.
Sakura lah yang salah di sini.
Salahnya yang memilih Sasuke untuk menjadi teman hidupnya. Salahnya yang meminta kedua orang tuanya untuk mempertemukan kembali dirinya dengan Sasuke.
"Lalu mengapa kau mengajakku bertemu kembali di sini jika faktanya kamu sudah mengetahui segala hal?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Uchiha Hills '20 [END]
Romance[SELESAI]✔️ Uchiha Sasuke dan Uchiha Sakura baru saja terikat dengan tali pernikahan karena perjodohan kedua orang tua mereka. Segera setelah menikah, mereka tinggal di rumah bernama Uchiha Hills '20, di pelosok pegunungan Konoha yang sejuk dan inda...
![Uchiha Hills '20 [END]](https://img.wattpad.com/cover/331743988-64-k512213.jpg)