11. Ungkapan Hati

1K 96 6
                                        

"Kau datang, Sasuke?" Tanya Karin menatap tak percaya Sasuke yang kini baru saja datang bersama Jugo dan Suigetsu.

Sasuke berjalan perlahan, kemudian tatapannya menoleh ke arah luka yang berada di kaki Karin. Tentu saja hal tersebut membuat Karin tampak senang karena merasa diperhatikan, namun raut wajah kemenangan itu ia tahan agar tidak terlihat jelas oleh Sasuke. Karena bagaimanapun ia sedang sakit. Atau mungkin berpura-pura sangat sakit.

"Kau sudah merasa lebih baik, Karin?" Tanya Suigetsu tampak khawatir yang dibalas anggukan lesu.

"Kau tak mengajak istrimu, Sasuke?"

Tak ada jawaban, Sasuke memilih untuk duduk di bangku lain. Dan hal tersebut sontak membuat Karin merasa bangga. "Kau seharusnya mengajaknya saja, kasihan dia sendirian."

"Tadi juga sudah kubilang seperti itu. Tapi ku lihat-lihat Sasuke memang terlihat dingin sekali pada Sakura. Aku heran kenapa kamu masih seperti itu ketika usia pernikahan kalian bahkan sudah berjalan lebih dari satu bulan lamanya." Sahut Suigetsu.

"Bagaimana bisa ia bersikap hangat pada seorang wanita yang memaksa dirinya untuk menikah dan tinggal bersama?" Sarkas Karin. "Aku juga jadi Sasuke tidak sudi."

"Ah, kau benar. Kita sudah pernah membahas ini dulu. Aku juga tidak sudi berbagi kasih pada seorang wanita pemaksa seperti itu. Apalagi ini soal pernikahan."

"Mungkin aku akan langsung menggugat cerai saja. Atau ku tinggalkan diam-diam."

"Aku setuju denganmu, Karin." Kekeh Suigetsu. "Bukankah sangat menyebalkan jika dijodohkan seperti itu, kan Jugo? Perjodohan seperti itu terlihat sangat kuno sekali."

Jugo menghela napas panjang, kemudian mengangguk malas. Entah mengapa ia banyak berubah belakangan ini.

"Ku lihat-lihat istrimu sangat kuat ya, Sasuke."

Sasuke melirik sekilas. Menatap penuh tanya pada Karin yang kini tengah menatapnya.

"Iya, hatinya sangat kuat sekali. Padahal aku tak sabar melihatnya menangis tadi malam karena aku senggol. Ah, wajahnya juga sangat kuat, maksudku tebal. Padahal aku berani jamin sebenarnya ia sudah sangat berantakan semalam." Dan kini Karin tertawa kecil bersama Suigetsu. "Suruh siapa dia menerima perjodohan konyol itu. Dia hanya merusak masa depanmu, Sasuke."

Mata Sasuke sontak terpejam. Bayangan rasa sakit semalam itu kembali menghantuinya. Kemudian rasa sakit yang lain juga mulai ia rasakan kembali, membuat dadanya terasa semakin sesak.

Melihat wajah Sakura yang terluka.

Menangis.

Sedih.

Dan semuanya adalah karena dirinya.

Dada Sasuke selalu terasa sesak jika membayangkan Sakura. Tidak pernah ada hari tenang baginya setelah gadis itu masuk ke dalam kehidupannya.

Dia biang rasa sakit itu selama ini.

Dan semua yang telah ia lakukan mulai terasa salah.

Terhasut oleh semua omongan sahabat-sahabatnya seperti ini adalah salahnya sejak dulu. Hatinya yang lemah itu bahkan terdobrak begitu saja setelah mendengarkan semua omong kosong mereka.

"Lagipula dia tidak tahu siapa yang dicintai oleh Sasuke. Dia seharusnya sudah sadar setelah kejadian itu."

"Uh, kau memang terbaik, Karin."

"Apakah aku kurang keras menyenggol dirinya ya? Apakah aku harus memperlihatkan bukti bahwa hanya aku yang kamu cintai, Sasuke? Biasanya seorang wanita jika sudah diberikan bukti seperti itu akan langsung mundur."

Uchiha Hills '20 [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang