Sudah terhitung berapa kali Sasuke datang ke tempat yang sama, dengan perasaan yang sama, dan harapan yang sama.
Tatapan penuh kerinduan itu pun masih sama, bersamaan dengan tatapan penuh harapan bahwa akan ada secarik keajaiban yang datang untuknya, yaitu dapat melihat gadis cantik itu kembali.
Namun setelah bekali-kali datang selama 5 bulan lamanya, ia tak pernah melihat gadis itu lagi.
Istrinya... seperti benar-benar lari menjauh dari kehidupannya.
Sama seperti kedatangannya yang tertolak, bingkisan bunga-bunga yang selalu ia bawa pun sama sekali tak pernah menyentuh masuk rumah mewah tersebut.
Walau kecewa, tapi ia tetap melakukannya.
Untuk Sakura.
Sekeras apapun Sasuke berusaha, seperti mencoba berlutut di hadapan Mebuki, rela kehujanan menunggu Sakura keluar dari rumahnya, hingga melakukan apapun asal ia bisa melihat Sakura kembali. Namun hasilnya nihil.
Gadis bersurai merah muda itu benar-benar menghilang dari pandangannya.
Namun hatinya masih terus ia kuatkan setiap waktu, mengatakan bahwa Sakura hanya sedang butuh waktu untuk memulihkan hatinya.
Sekalipun beberapa kali ia telah mendapatkan pesan sebuah desakan untuk melakukan tanda tangan surat perceraiannya dengan Sakura, namun Sasuke tidak peduli. Ia tak akan pernah menyentuh map itu kembali sampai kapanpun.
Sebut saja ia egois.
Namun jika keegoisannya dapat menahan Sakura tetap berada di sisinya, ia akan tetap melakukan hal itu.
"Sasuke!"
Sasuke sedikit tergelak ketika melihat kedatangan Naruto dari seberang jalan. Lantas ia bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan Naruto di kawasan perumahan istrinya.
Lain halnya dengan Naruto, ia menatap iba pada Sasuke yang tampaknya banyak mengalami perubahan.
Tubuh laki-laki itu bahkan terlihat lebih mengecil dibandingkan sebelumnya. Ia yakin, Sasuke telah banyak kehilangan berat badannya.
"Apa kabar?"
"Aku tidak pernah merasa baik."
Bahu Sasuke merosot begitu saja. Tubuhnya tampak lebih ringkih dari sebelumnya. Membuat Naruto semakin merasa kasihan padanya.
"Maaf."
Kedua bola mata berwarna biru laut itu membulat. Tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Maaf untuk semua kejadian yang telah lalu. Aku pernah berburuk sangka padamu. Padahal niatmu baik pada istriku."
Naruto tersenyum tipis. "Bukan masalah."
"Aku pergi dulu." Pamit Sasuke sebelum akhirnya menghilang dari pandangan Naruto.
Sasuke benar-benar berubah, pikir Naruto.
***
Sasuke sempat termenung menatap bangunan perusahaan proyeknya yang baru saja diperluas jalinan kerja sama dengan beberapa pihak perusahaan baru, sebelum akhirnya ada notif pesan masuk dari salah satu pegawai yang berhasil membuyarkan lamunannya.
Permisi Pak Sasuke, sepertinya sedang ada masalah teknisi alat mesin di bagian gudang, Pak.
"Apa terjadi sesuatu?" Gumamnya pelan.
Saya akan ke sana untuk mengecek langsung.
Sasuke mendesah panjang, ia menyandarkan sejenak punggungnya pada kursi. Rasanya begitu berat. Tiada hari yang melegakan baginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uchiha Hills '20 [END]
Romance[SELESAI]✔️ Uchiha Sasuke dan Uchiha Sakura baru saja terikat dengan tali pernikahan karena perjodohan kedua orang tua mereka. Segera setelah menikah, mereka tinggal di rumah bernama Uchiha Hills '20, di pelosok pegunungan Konoha yang sejuk dan inda...
![Uchiha Hills '20 [END]](https://img.wattpad.com/cover/331743988-64-k512213.jpg)