Mobil hitam itu mulai berjalan lambat, kemudian berhenti tepat ketika sampai di parkiran. Suasana masih hening sedari tadi. 3 jam lamanya perjalanan hanya diisi oleh alunan musik. Untung saja jalanan hari ini tidak macet, sehingga Sasuke dan Sakura dengan cepat sampai di tempat tujuan mereka.
Kini terdengar helaian napas panjang. "Ayo." Namun Sakura masih terdiam di tempatnya, membuat Sasuke kini menoleh.
"Apakah akan ada dia juga di acara malam ini?" Cicit Sakura, tanpa sedikitpun menoleh ke arah Sasuke.
Sasuke lagi-lagi menghela napas panjang. "Hn."
Ah, entah mengapa perasaan Sakura mulai berkecamuk. Bayangan kejadian lalu masih teringat jelas olehnya. Rasa sakit itu bahkan masih terasa membekas di hatinya.
Tapi ia tidak bisa lari saat ini. "Baiklah."
"Sakura..."
Kini Sakura menoleh. Menunggu Sasuke mengatakan sesuatu padanya. "Bersikaplah seperti biasa. Akan ada ayah dan ibuku. Kita tidak bisa berdiam-diam an seperti ini terus di hadapan mereka."
Sakura terdiam sejenak. Kemudian mencoba memaksakan senyuman tipis. "Baiklah." Dan tentunya ia menyanggupi hal itu.
Bagaimanapun ia sangat menghormati dan menyayangi Ayah Fugaku dan Ibu Mikoto seperi kedua orang tuanya sendiri, tentu ia tidak akan mengecewakan mereka malam ini.
"Ayo." Kini tangan Sakura terulur, membuat Sasuke sedikit tersentak dengan perubahan raut wajah Sakura yang bisa dengan cepat berubah.
Sasuke tentu menerima uluran tangan itu dengan baik. Dan kini keduanya berjalan beriringan sembari terus bergenggaman tangan. Senyuman mereka terlihat merekah menyambut orang-orang di sana. Sebisa mungkin mereka memunculkan chemistry yang baik. Sekalipun dengan perasaan mereka yang terasa sama-sama berkecamuk.
"Sasuke! Sakura!" Suara panggilan yang terdengar begitu bahagia sontak membuat keduanya menoleh. Baik Sasuke maupun Sakura kini tersenyum lembut menyambut Mikoto dan Fugaku.
Kemudian ada Itachi dan Izumi juga beserta putra sulung mereka yang sama-sama berjalan mendekat menuju ke tempat Sasuke dan Sakura berada.
Namun ada tatapan tak hangat dari onxy hitam milik Itachi kala menatap adiknya. Dan Sasuke sadar, bahwasannya kakaknya tersebut memberikan peringatan padanya.
"Ah, Ibu sudah rindu sekali padamu, Nak." Ujar Mikoto sontak sembari memeluk tubuh tinggi putra bungsunya. Seketika binar matanya semakin bersinar kala melihat Sakura. "Ibu juga sangat rindu padamu, anakku yang cantik. Bagaimana kabarmu, Nak? Baik kan?"
Sakura dengan perasaan yang sangat bahagia menerima pelukan hangat Mikoto untuknya. Rasanya hatinya begitu berbunga-bunga. Ia sangat senang. "Sakura baik, Bu."
Pelukan hangat itu tiba-tiba mengingatkannya pada seseorang bernama mama. Sudah satu bulan lamanya ia belum bertemu dengan kedua orang tuanya. Dan jujur saja, Sakura sudah sangat merindukan mereka.
"Syukurlah." Sahut Mikoto sembari mengusap pipi Sakura dengan lembut. "Bagaimana dengan Sasuke? Apakah dia memperlakukanmu dengan baik?"
Raut wajah Sakura mendadak berubah, membuat Sasuke juga kini menoleh ke arahnya. Ada Itachi dan Izumi juga yang menunggu jawaban Sakura.
Namun bukan Sakura namanya jika tidak pandai berpura-pura. "Sasuke baik kok, Bu." Jawabnya sembari tersenyum begitu lembut, membuat Sasuke menatap tak percaya padanya.
Padahal ia tak pernah berharap banyak jika sewaktu-waktu istrinya tersebut mengungkapkan sikapnya yang tak baik selama ini.
Tetapi yang ia dapatkan faktanya diluar dugaannya. Gadis itu benar-benar melindungi dirinya. Dan sontak hatinya bergetar hebat, kembali terasa luluh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uchiha Hills '20 [END]
Romance[SELESAI]✔️ Uchiha Sasuke dan Uchiha Sakura baru saja terikat dengan tali pernikahan karena perjodohan kedua orang tua mereka. Segera setelah menikah, mereka tinggal di rumah bernama Uchiha Hills '20, di pelosok pegunungan Konoha yang sejuk dan inda...
![Uchiha Hills '20 [END]](https://img.wattpad.com/cover/331743988-64-k512213.jpg)