Bab 8 (a)

786 10 0
                                        

Shella terus saja memaksa Fabio agar Maura menginap dikediaman mereka.Bukan tanpa alasan,Shella takut jika Fabio melakukan hal sama terhadap Maura.Terlebih Shella melihat jelas warna kebiruan pada pergelangan tangan Maura

"Bio,masa'kamu ngelarang Maura nginap dirumah mama sendiri sih?

"Gak ada Bio yang jagain Maura,ma...,jawab Fabio sebagai alasan

"Ya udah kamu nginap disini aja,ucap Shella

"Ck.hanya itu jawaban Fabio

"Aku ke kantor dulu,ucap Fabio pada Maura sembari mengelus kepala Maura

Setelahnya Fabio melangkah kan kaki nya menuju kantor sembari menghubungi Rexa yang tak lain Assisten pribadi sekaligus temannya

Tuttttt tutttt....tutttttt
Tuttttttt tuttttttt tuttttt

Tepat panggilan ke dua,barulah tersambung dengan orang diseberang sana.

Apa telinga mu sudah tidak berfungsi? Sarkas Fabio

Sorry,,,

Ck,gimana kantor hari ini? Tanya fabio.

Rexa terdiam cukup lama.Haruskah ia memberi tau Fabio tentang hal ini?

Loe masih hidup kan? Tanya Fabio

Terdengar helaan nafas dari telpon di seberang

Aku sudah dapat jawabannya,ucap Fabio meskipun hanya mendengar helaan nafas Rexa

Lima belas menit lagi,aku sampai.Umumkan meeting segera.

Klik,panggilan terputus

"Sialan....tak bisakah membuat ku tenang sesaat saja,gumamnya geram dengan rahang nya yang mengetat

Fabio masuk kemobil dan melajukannya secepat mungkin.Tak peduli apa ia harus menabrak orang karna kecepatan mobilnya atau ia mendapatkan makian dari mereka.Yang jelas ia harus sampai segera di kantornya.

Semua menundukkan kepala saat Fabio memasuki kantor.Ia membuka meeting siang ini.

"Siapapun yang coba bermain dibelakang saya,saya pastikan kalian tidak akan bisa hidup tenang,jika ada yang keberatan silahkan mengundurkan diri dari perusahaan ini,saya tidak membutuhkan orang orang pengkhianat,ucap Fabio secara lancang

Semua diam tanpa ada yang membantah

"Sekian untuk hari ini. Rexa,segera keruangan saya,perintah Fabio

"Baik pak,ucap Rexa.

Meskipun ia sahabatnya,namun jika dilingkungan pekerjaan,Rexa tetap profesional sebagai bawahan.

Ia melangkah masuk ke ruangan Fabio sembari membawa laporan dokumen pada tangannya.

Diketuknya pintu ruangan Fabio

"Masuk,ucap Fabio dingin

Rexa memberin dokumen tersebut pada Fabio.Fabio membaca dokumen yang diserahkan oleh Rexa

"Tarik semua saham kita pada BARA COMPANY. Pastikan BARA COMPANY beserta cabangnya mengalami kerugian besar hingga gulung tikar.

"Dan pastikan ia menjadi gembel hingga datang mengemis pada ku,ucap Fabio tak terbantahkan

"Kau salah telah bermain main dengan ku,batin fabio dengan senyum smirknya

"Baiklah,kau boleh keluar Rexa

Rexa menundukkan kepalanya sebagai tanda pamit dan segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Fabio untuk mengurus semua yang diperintahkan Fabio

"Ck,karna perusahaan sialan itu aku hampir saja melupakan gadis ku,gumamnya

▪▪▪▪▪▪

Segini dulu ya part yang ini....😊

Tawanan Fabio's (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang