Rambut pirang dan mata biru Franz yang khas bangsa Arya memberi kesan borjuis, namun identitasnya sebagai NAZI menebar aura ketakutan bagi Zofia. Ia tak mengira akan menyambut sosok mengerikan itu di kantornya, dengan seragam hitam SS yang terasa intimidatif. Franz melihat ke sekeliling ruangan, ia memastikan tak ada yang mengancam dirinya.
"Baiklah Fräulein Podolski, silahkan dimulai,"
"Maaf, Herr Fuchs. Tapi distraksi benar-benar harus disingkirkan," ucap Zofia sambil melirik ke arah pengawal pribadi Franz yang bersiaga di pintu.
Franz menoleh padanya, memberi isyarat untuk meninggalkan nya berdua bersama Zofia saja.
"Tapi SS-Oberstrumführer-"
Franz mengangkat sebelah tangannya sebagai isyarat untuk tidak didebat. Pengawal itu pun kemudian meninggalkan ruangan.
Zofia berdehem. "Ok, Herr Fuchs. Ma-"
"Jika sampai nyawa saya terancam, tentu Anda tau apa yang akan menimpa Anda, bukan?" Franz memotong dengan nada tenang yang mengancam.
Zofia mengangguk.
Ia menyenggol pendulum kecil yang ada di meja dengan jarinya, menghasilkan suara konstan untuk menghantar terapi hipnotis nya.
"Silahkan pejamkan mata Anda, dan mulai menghitung." Zofia memulai sesi terapi hipnotis nya. "Dengarkan suara saya. Hanya suara saya."
Secara perlahan-lahan dan bertahap Franz dibawanya ke alam bawah sadarnya. Akhirnya Franz tertidur dan dalam keadaan terhipnotis.
Franz tidak tau jika sebenarnya Collin sudah ada di kantor Zofia sejak pagi tadi, ia bersembunyi di loteng yang bisa diakses dari sudut ruangan Zofia dengan menaiki lemari. Sepulang sesi kedua yang absurd, Zofia segera mengabarkan Collin akan rencana pertemuan sesi berikutnya dengan Franz di kantornya. Collin pun berimprovisasi untuk bersembunyi di loteng ruangan Zofia.
Kini Collin turun secara perlahan-lahan, tetap berusaha tidak membuat suara gaduh yang mungkin akan membuat pengawal Franz yang sedang berada di luar curiga. Ia bertatapan dengan Zofia, dan saling mengangguk. Collin lalu berjongkok di sebelah Zofia.
"Herr Fuchs, saya akan menghitung sampai tiga. Dalam setiap hitungannya, akan membawa Anda semakin dalam dan semakin jauh ke dalam ingatan Anda," kata Zofia menggiring Franz lebih jauh lagi. Zofia lalu menghitung, dan Franz terhipnotis semakin dalam.
Collin memberi isyarat pada Zofia untuk menanyakan mengenai rencana pengepungan. Zofia meletakkan telunjuk di depan bibirnya, tanda agar Collin bersabar.
"Herr Fuchs, sebelum ditugaskan di sini, saya dengar Anda bertugas di Prancis, betul?"
"Ya,"
"Bagaimana suasana di sana? Anda suka?"
"Oh, ya. Tentu saja... Saya suka dengan wanitanya,"
"Oh. Ada apa dengan wanitanya? Apa yang Anda suka dari mereka?"
Franz tersenyum. "Bibir mereka, mmmh... Baik atas maupun bawah, keduanya terasa manis,"
Zofia masih menunggu saat yang tepat untuk menanyakan soal pengepungan, namun Collin terlihat tidak sabar.
"Anda tidak takut dengan pasukan Inggris yang ada di sana?"
"Takut? Untuk apa? Mereka bukan tandingan kami,"
"Ya, benar. Tapi tetap saja, mereka ancaman, bukan?"
"Tentu saja. Tapi kami telah menyiapkan cara untuk memusnahkan mereka semua di Prancis nanti."
KAMU SEDANG MEMBACA
Situasi Birahi
Short Story(21+) Sebuah kumpulan cerita dewasa dengan ragam variasi. Novelet ini dibuat untuk coba mengisi kekosongan genre "Dewasa" yang lebih serius, dan memenuhi kerinduan akan cerita dewasa yang kreatif dan imajinatif. Kuhusus Dewasa (21+). Nb: Mungkin mas...
