18 . Kencan Kedua

1.9K 63 3
                                        

Sebenarnya aku masih malu ketika aku dan Kak Rades berada di Perpustakaan waktu itu. Tapi aku tidak bisa menahan bahwa sekarang tidak bertemunya sehari saja sudah merindukan nya.

Aku membuka ponselku, rasanya ingin mengirim pesan singkat kepadanya tetapi gengsiku terlalu besar.

Tiba-tiba ada notifikasi chat muncul di layar ponselku.

Siapa coba yang mengirim pesan sepagi ini? Lihat saja sekarang subuh!

Siapa coba yang mengirim pesan sepagi ini? Lihat saja sekarang subuh!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku baru ingat, Bima mengajakku nonton bareng Minggu ini. Tapi aku tidak ingin pergi dengannya, bagaimana aku beralasan?

Aku ingin pergi bersama Rades.

Tapi apakah orang dingin itu ingin pergi bersamaku juga akhir pekan ini? Sepertinya ia hanya menghabiskan waktu untuk bermalas-malasan di rumahnya saja.

Karena setiap kali aku datang ke rumahnya, dia selalu habis bangun tidur.

Segera aku membalas pesan dari Bima.

Sebenarnya aku tidak enak menolaknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebenarnya aku tidak enak menolaknya. Tapi bagaimana lagi? Aku ingin jalan bersama Rades.

Duh pikiranku mulai kacau.

Aku menggaruk kepalaku, padahal tidak gatal sama sekali. Mungkin sedikit menghilangkan rasa stress.

Aku pun beralih ke roomchat Kak Rades, sebelum mengirimi pesan, jantungku sudah terlebih dahulu berdebar.

Antara takut dan senang juga.

Akhirnya aku mengirim.

Dan coba lihat? Bahkan dia membalas pesanku sangat cepat. Aku mengulum bibir saat melihat jawaban dari pesannya.

Yang terakhir, dia menyuruhku untuk ibadah. Boleh kasih aku orang yang seperti ini 100? Rasanya hanya melihatnya menyuruhku itu sudah ingin pingsan saja. Karena jarang sekali yang mengingatkanku untuk itu.

Ralat, aku tidak ingin 100. Aku hanya ingin Rades seorang.

Aku melemparkan ponselku ke bantal dan aku memeluk guling dengan erat sambil membayangkan Rades

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku melemparkan ponselku ke bantal dan aku memeluk guling dengan erat sambil membayangkan Rades.

"Kenapa dia lucu banget?"

Demikian aku loncat-loncat diatas kasur sendiri dengan pipi yang bersemu merah, sesekali memandang layar ponsel yang masih menyala di roomchat Kak Rades.

"Ngomongnya tudep banget ya."

Aku berpikir sekarang, aku harus menggunakan pakaian apa saat jalan dengannya nanti?

Tunggu dulu. Apa ini kencan kami yang kedua kali nya?

Apakah Rades akan langsung mengungkapkan perasaannya kepadaku? Kenapa aku berpikir berlebihan seperti ini?

Aku memandangi diriku di cermin sambil tersenyum lebar.

"Awas aja ya lo cermin kalau cepu ke Rades gue senyum senyum sendiri sekarang!"

Aku lari ke kamar mandi untuk mandi dan sholat, sehabis itu akan siap-siap untuk jalan kedua bersama Kak Rades!

________
TBC.

16 Juli 2023

 Free Thought [ GXG ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang