28 : My First Love

8 4 0
                                        

Halooow!

Up lagiiiii! Oh iya, kemungkinan Hanagavin gak sampe 40 part, kayaknya cuma sampe 30 part atau 30 lebih.

Terima kasih yang masih baca sampe part ini! 💗

1100± kata untuk bab ini 💌.

dikit-dikit :)

[ Tandai typo, please 🤸 ]

Enjoyy!

Setelah dua hari Hana tidak bersekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah dua hari Hana tidak bersekolah. Kini perempuan itu  sudah lumayan sembuh dan memaksa Bunda dan Kakak nya untuk bersekolah, karena Hana tidak mau mati kebosanan. Libur sekolah tidak semenyenangkan jam kosong.

Hana sedikit memoleskan bedak dan menyemprotkan minyak wangi, tak lupa sedikit memoleskan liptint.

Setelah merasa cukup, Hana mengambil tas dan berjalan ke luar kamar. Kebetulan, Rio juga terlihat baru bangun tidur dengan rambut yang sedikit acak-acakan.

"Pagi buta kayak gini udah siapa aja,"

"Pagi buta mata lo!"

Entah Hana yang terlalu semangat, atau Rio yang terlalu kebo. Kini jam sudah menunjukkan pukul 06:10. Hana sedikit berlari melewati Rio yang masih linglung. Saat melihat ke belakang, Rio tampak mengejar nya dengan senyum jahilnya.

Hana menuruni tangga dengan panik. "Bundaaa!! Kak Rio gilaaaaaaa!"

Hana berlari ke arah sang bunda yang sedang menyiapkan makanan. Santi menggeleng pelan. "Hana, gimana kalau jatuh?"

Hana menyengir kuda, lalu menujuk Rio yang sudah duduk anteng di depannya. "Liat bun, udah kayak orang gila, senyum-senyum sendiri, rambutnya kayak gak pernah disisir satu abad!"

"Hush, gak boleh gitu."

Rio menatap Hana penuh kemenangan. Sementara Hana yang sudah sangat kesal berlari ke arah Rio dan mencubit lengan laki-laki itu kencang, tanpa perasaan. Membuat Rio berteriak kesakitan.

"SAKIT WOY!" Rio menepis kasar tangan Hana.

Hana dengan terpaksa melepaskan cubitannya, ia memandang tajam ke arah sang kakak. "Heuh! Greget gue sama lo!"

"Gue gak salah perasaan."

"Ya tadi ngapain kayak orang kesurupan."

"Kesurupan setan Ashana itu."

"KAKAAAK!"

***

"Na?"

"Hm?" Jawab Hana yang masih fokus pada buku catatannya. Karena tidak bersekolah selama dua hari, Hana terpaksa harus mengerjakan tugas susulan.

HANAGAVINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang