32 : Konflik Kecil

11 4 0
                                        

HALLOW?

Apa kabaaaar? Udah lama gak up :(((

sibuk ceritanya hehehehe

1500± kata untuk bab ini 💌.

[ Tandai typo, please 🤸 ]

Enjoyy!

Seseorang yang selalu kita anggap teman terdekat, sahabat terbaik, dan orang yang kita kenal dalam waktu yang lama, ternyata kita tidak sepenuhnya kenal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seseorang yang selalu kita anggap teman terdekat, sahabat terbaik, dan orang yang kita kenal dalam waktu yang lama, ternyata kita tidak sepenuhnya kenal. Ada hal yang tidak bisa kita kenali dari teman sedekat apapun. Seperti halnya Dara. Hana berteman dengan Dara bukan baru satu hari atau tiga hari. Mereka sudah kenal bertahun-tahun lamanya. Tapi, Dara baru siap menceritakan masalahnya sekarang. Disaat orang lain sedang merasakan bagaimana rasanya baik-baik saja.

Setelah pengakuan Dara kemarin di rumahnya, Hana jadi tahu, bahwa orang yang terlihat baik aslinya belum tentu baik juga. Terkadang mereka harus menutupi hancurnya dengan senyumannya yang bisa menipu semua orang.

Yang terlihat baik belum tentu baik. Ingat, hanya terlihat, bukan terasa.

"Ngelamun mulu,"

Hana menoleh saat mendapati Kia sudah duduk di sebelahnya. Hari ini Hana memang berangkat lebih pagi dari biasanya. Kia yang melihat raut wajah Hana yang terlihat masam, reflek tertawa kecil. Ia menepuk pundak Hana beberapa kali.

"Persahabatan kita jangan sampai rusak hanya karena perasaan lo sama Gavin." Perkataan Kia sedikit menyinggungnya.

Hana terkekeh pelan. "Perasaan gue gak bisa dimainin."

"Persahabatan lebih penting ketimbang rasa lo ke Gavin, kan?"

"Gak ada yang lebih penting. Akhirnya yang lebih penting sekalipun bisa membuat luka, Ya."

"Lo rumit."

***

Istirahat kali ini, terasa berbeda. Suasana diantara mereka terasa canggung, tidak seperti biasanya. Kia menghela nafas merasa jengkel. "Sampai kapan mau kayak gini?"

"Sampai sahabat lo sadar kalau dia salah." Lagi-lagi Aya selalu memperkeruh suasana.

"Stop Ya."

"Kemaren Dara sampai nangis-nangis minta maaf ke lo. Tapi lo nya malah gak tau diri."

Dara menatap Aya sedikit protes. "Bener kata Gavin, lo terlalu ikut campur." Tekan Dara yang membuat Aya sedikit tertegun.

"Gue ikut campur juga karena masalah lo pada jadi berdampak ke persahabatan kita. Gak mikir sampe sana? Najis." Kata Aya tajam. Setelahnya ia beranjak dan pergi meninggalkan mereka.

HANAGAVINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang