4

86.4K 6.8K 156
                                        

Typo banyak.

Alex kini diam² menatap Laskar yg tengah menelungkupkan kepalanya pada meja, ada apa dengan Laskar ? Pikir Alex

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Alex kini diam² menatap Laskar yg tengah menelungkupkan kepalanya pada meja, ada apa dengan Laskar ? Pikir Alex. Fokusnya teralihkan saat Barex menyender Bahunya, ia pun tersenyum tipis sembari mengusap rambut Barex.

"Bang Alek, gue kalau deket bang Arkan kenapa ya suka ribut ini jantung." Ujar nya. Alex menghentikan usapan pada rambut Barex.

"Lo jatuh cinta." Balas Alex.

"Kayaknya iya bang, kalau ada bang Arkan seneng banget gue. Apalah kenapa bang Arkan cantik, nanti mau ngapel ke kelasnya ah." Ujar Barex di selingi tawa. Alex ikut tersenyum, kemudian matanya fokus kembali pada meja Laskar yg berada di ujung. Pemuda itu masih saja menelungkupkan kepala.

Hingga seorang guru masuk membuat Laskar mengangkat kepalanya, mata Laskar dan Alex tidak sengaja bersitatap cukup lama sampai Alex memutus kontak mata terlebih dahulu. Laskar mengedikan bahu acuh.

___________

Bel istirahat berbunyi, Laskar ingin menuju kantin tapi ia harus menghemat. Uangnya saja tinggal 50 ribu, itupun untuk beli beras setengah dan lauk. Lagi² ia menghela nafas panjang, ia harus menahan rasa laparnya toh tadi sudah sarapan. Laskar mengambil earphone dan memutar lagu yg di rasa membuatnya rilex. Matanya terpejam menikmati setiap lirik lagu yg didengarnya. Jika ingin bertanya dimana keberadaan kedua teman Laskar itu mereka sudah pergi duluan ke kantin meninggalkan Laskar, mereka sama sekali tidak peduli pada Laskar. Dan Laskar juga tidak peduli tentang itu.

Dirinya tersentak kala ada yg menepuk tangannya, ia pun segera melepas earphone dan di lihatnya ternyata anak kelas sebelah yg tengah menyodorkan satu sterofoam box nasi beserta botol air mineral. Laskar mengangkat alisnya menatap bingung gadis di hadapannya.

"Nyasar lo?" Tanya Laskar. Gadis itu menggeleng.

"Gue mau ngasih titipan nasi dari temen kelas lo buat lo."

"Siapa?"

"Udah lo makan aja, kata dia waktu dia balik kelas makanannya kudu habis. Dah gue balik kelas dulu." Ujar Gadis itu dan langsung pergi. Laskar menatap bingung nasi di hadapannya, tidak mungkin kan jika Raka dan Arka yg membelikannya ? Karena tidak mau berpikir yg nantinya dapat membuat otaknya sangat capek, Laskar memutuskan untuk memakan nasi tersebut.

"Tau aja gue lagi laper banget mana menunya nasi kuning kesukaan gue, buat lo siapapun orangnya makasih muah i love you." Ujar Laskar sembari mencium kotak nasi itu.

Sedangkan dari luar jendela kelas diam² seseorang tengah memperhatikannya sembari tersenyum tipis sebelum melanjutkan langkahnya.

•••
"Lama amat lo Lex ke kamar mandi doang." Cibir Panglima.

"Muter² dulu." Balasnya.

"Kas." Alex menyenderkan kepalanya pada Angkasa yg berada di sebelahnya dan hanya di balas deheman. Alex ingin bercerita mengenai Laskar pada Angkasa tapi ia ragu.

ALAS ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang