29

14.4K 981 41
                                        

Helloooo :)
Yuk jangan lupa vote dan commentnya yaaa.





"Udah masuk semua? Engga ada yang ketinggalan kan?" tanya Gandhi pada teman temannya yang mendaki bersama Kelana. Pria itu memang meminta tolong Kelana untuk menemani temannya yang ingin mendaki Sumbing, tetapi Gandhi sendiri tidak ikut serta karena kesibukannya.

Tapi pria itu bersedia menjemput rombongan itu di basecamp Butuh Kaliangkrik. Mereka akan bersama-sama ke Jogja. Gandhi memilih pulang kampung sekalian menghadiri pernikahan Ganesh, sepupu Kelana. Sedangkan teman temannya yang berasal dari Bali itu ingin liburan di Jogja.

"Na, lo duduk depan lah." pinta Gandhi.

"Emang kenapa kalo gue yang duduk di depan?" tanya Revan tidak terima, pria itu sudah membuka pintu mobil depan.

"Lo ntar mesti molor, biar Kelana yang nemenin gue ngobrol biar engga bosen."

"Halah gue juga pengen tidur kali." balas Kelana pada mantan pacarnya itu. Namun Kelana mengalah, wanita itu duduk di depan bersama Gandhi. Sedangkan di belakang terdapat Revan, Rayn, dan Vivian.

Nyatanya keindahan Gunung Sumbing tidak membuat perasaannya menjadi lebih baik. Wanita itu baru membuka ponselnya saat di di basecamp, dan ternyata banyak notifikasi dari teman, sepupu dan Elizabeth. Terdapat juga beberapa pesan dari Leon, dahinya menyerngit saat pria itu mengirim beberapa pesan berisi permintaan maaf atas gossip yang beredar.

Segera Kelana mengecheck gossip apa yang pria itu maksud. Setelah mengetahui berita yang beredar, Kelana hanya bisa menghembuskan napas lelah. Bukan cuma karena pendakian yang telah ia lakukan tapi juga karena gossip kedekatan pacarnya dengan lawan mainnya dalam film lamanya.

Kelana tahu dari Leon, jika kita benar benar mencintai seseorang, maka kita akan berusaha meluangkan waktu untuknya. Leon adalah pria yang sangat sibuk, tapi pria itu selalu berusaha menyempatkan diri mengirim pesan atau menelponnya. Pria itu selalu memberi kabar bahkan sebelum Kelana bertanya.

Namun kesungguhan Leon tersebut, kini Kelana ragukan saat melihat gossip yang beredar saat ini. Diamnya Leon atas berita tersebut membuat Kelana geram.


o0o


Kelana mengerang saat selimutnya ditarik tiba tiba, bahkan kini gorden kamarnya dibuka sehingga sinar matahari menyinari kamarnya. Wanita itu bergumam, lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Ia hanya ingin melanjutkan tidurnya, badannya terasa pegal setelah mendaki kemarin.

"Dek bangun! Ganesh ditipu!"

Elizabeth duduk di kasur putrinya. Wanita itu memang mengetahui pssword apartemen Kelana, jadi ia bisa berkunjung kapan saja. Beruntung Elizabeth tidak berkunjung ketika Leon menginap. Bisa jantungan jika mereka kepergok tidur bersama.

"Apasih Ma, adek ngantuk."

Elizabeth berdecak, wanita itu menggoyang goyangkan tubuh putrinya. Berusaha membangunkannya.

"Kamu ini perawan kok sukanya bangun siang!"

Elizabeth tidak tahu saja jika putrinya sudah kehilangan keperawanannya. Wanita itu pasti akan sedih jika mengetahuinya.

"Dek, Ganesh ditipu sama WO punya temennya. Pernikahannya tinggal seminggu lagi, tapi ternyata uang DP udah di bawa kabur itu WO."

Mendengar sepupunya ditipu, Kelana memaksakan untuk membuka matanya meskipun perat dan terasa perih.

"Kok bisa?"

"Iya ternyata gedung belum di bayar, baju pengantin belum dibuat, pokoknya belum ada yang beres. Kasian Om Anji sama Tante Laras kelimpungan. Tante minta tolong ke kamu buat bantuin siapin pernikahan Ganesh."

KELANA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang