CHAPTER 1 : Awal

28.9K 1.4K 14
                                        

HALLO GUYS👋

Aku mau ngucapin makasih buat kalian yang udah mau mampir ke cerita ini. So aku harap kalian bisa enjoy ngebaca cerita ini setidaknya ngelupain masalah hidup dulu.

Maaf banget aku masih jadi penulis yang amatir jadi masih banyak banget kekurangan nya baik itu di segi penempatan tanda baca atau kesalahan dalam penulisan.

༶•┈┈⛧┈♛Happy Reading Love

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

༶•┈┈⛧┈♛
Happy Reading Love

      Di saat mata yang terlihat seperti lautan itu perlahan mulai tertutup, ia hanya melihat ada cahaya putih yang bersinar, bahkan perlahan seakan masuk kedalam dirinya dan saat itu juga ia benar-benar kehilangan kesadaran. Tidak tidak sepertinya ia tidak hanya kehilangan kesadaran tapi telah kehilangan nyawanya.

"Eughh."
Saat dia membuka mata yang ia lihat bukan tempat seindah surga ataupun semenyeramkan neraka, melainkan kamar yang telah ia tempati bertahun-tahun lamanya.

"Tuan putri apakah anda telah siuman bagaimana, apakah tuan putri merasakan ada yang sakit. "

Saat mendengar suara di sebelahnya ia menoleh dan terkejut melihat seorang pelayan yang telah ia kenal sebagai pelayan pribadinya.

"Mia apakah ini kau?"

"Iya tuan putri ini hamba, apakah ada perasaan yang mengganggu tuan putri atau tuan putri merasa."

"Tidak Mia aku baik baik saja."
Orla yang melihat hal ini menangis lalu memeluknya. Orla sangat ingat bagaimana saat semua orang menatap jengah dan jijik kepadanya, hanya Mia pelayan pribadinya lah yang memberikan tatapan hangatnya, seakan mengatakan bahwa semuanya akan baik baik saja. Dia pelayan pribadi ku yang telah menemani sejak aku kecil.

"Tuan putri ada apa dengan anda, mengapa anda menangis seperti ini."

"Aku baik baik saja, aku hanya senang dapat bertemu dengan mu lagi."

"Hah."
Mia menatap aneh kepada tuannya, karena tuanya itu hanya tak sadarkan diri selama dua hari akibat terjatuh dari tangga. Mia yang melihat sendiri bagaimana seorang pelayan yang  tidak suka pada tuanya mendorong dengan begitu sengaja. Saat tuannya telah bangun Mia justru melihat tingkah aneh tuannya itu seakan belum pernah bertemu selama dengannya bertahun-tahun.

Melihat reaksi Mia, Orla hanya terkekeh sekarang ia merasa yakin bahwa telah mengalami kehidupan keduanya.

"Kalau begitu saya akan menyiapkan makanan untuk anda Tuan Putri."

Saat Mia keluar dari kamar itu Orla berjalan menuju jendela besar yang berada di kamarnya. Pemandangan yang langsung langsung menuju pada sebuah taman yang sangat indah. Tapi sayang nya selama Orla hidup Orla tidak pernah kesana karena larangan dari keluarganya.

"Mungkin tuhan sedang berbaik hati pada ku hingga aku diberi kehidupan kedua ini, aku tidak akan menyia-nyiakan kehidupan ku untuk yang kedua kalinya."
Jika mengingat yang terjadi di kehidupan pertama Orla, dua puluh hari lagi adalah hari dimana penyerangan yang dilakukan oleh Kerajaan Utara terhadap Kerajaan ini.

"Walaupun aku mengetahui masa depan tapi biarkan saja semuanya berjalan seperti sebelumnya dan biarkan Kerajaan ini hancur hitung hitung ini adalah pembalasan dendam ku terhadap keluarga yang memuakkan ini."

༶•┈┈⛧┈♛

Orlaith Gemma Kinsey salah satu putri dari Kerajaan Kinsey memiliki visual yang berbeda dari keluarga kerajaannya. Visual nya yang memukau ia dapatkan dari darah ibunya.

Rambut yang berwarna coklat memberikan kesan manis pada wajahnya, mata yang berwarna biru safir khas mata keluarga kerajaan Kinsey, memiliki kulit yang seputih salju dan tubuh yang banyak di dambakan oleh perempuan bangsawan lain nya. Jika di lihat dari semua rupanya hanya warna dari matanya saja yang sama dengan keluarga kerajaan, sisanya Orla benar benar mengikuti darah ibunya.

Walaupun terlahir dengan fisik sempurna tapi itu tidak berpengaruh di mata keluarga nya. Keluarga kerjaan sama sekali tidak melihat kecantikan nya sebagai keberuntungan justru Orla semakin di kucilkan.

"Tuan putri."

Suara dari seorang pelayan, dengan berlari memanggil nama tuannya. Mia menyampingkan gak itu sementara karena ia membawa informasi penting yang ia dapatkan dari pelayan di istana utama.

"Ada apa Mia kau sampai berlari seperti itu."

"Saya mendapatkan informasi dari istana utama bahwa kerajaan kita sedang ada masalah dengan kerajaan Utara dan kemungkinan akan terjadi peperangan antar dua kerajaan ini tuan putri."

"Biar kan saja lagi pula apapun yang kita lakukan tidak akan membuahkan hasil jadi ikuti saja apa yang ada. " Orla menanggapi hal itu dengan biasa saja toh dia juga ingin keluarga ini hancur.

Mendengar ucapan dari tuanya yang seakan tidak peduli. Mia jadi mengingat bagai mana keluarga kerajaan mengucilkan tuanya ini, dari dia masih kecil hingga tumbuh dewasa dia tetap di biarkan tinggal di istana bagian belakang dan tidak pernah di pedulikan.

"Setidaknya tuan putri kita harus memikirkan keselamatan anda jika masalah itu tidak segera usai dan dapat menyebabkan peperangan. "

"Kau tidak perlu khawatir Mia cukup diam saja dan nikmati alurnya aku jamin kita akan baik baik saja. "

Mia yang merasakan aura keyakinan pada tuannya dia jadi yakin bahwa tuannya itu memiliki rencana lain.

༶•┈┈⛧┈♛

Tidak terasa enam belas hari Orla menghabiskan waktu di kehidupan keduanya ini. Berita permasalahan antara kerajaannya dengan kerajaan Utara masih terus berlanjut dan tidak berhasil menemukan titik temu yang membuat kedua kerajaan memutuskan perdamaian. Kedua kerajaan yang masih saling mempertahankan kepentingan masing-masing yang membuat permasalahan semakin rumit.

Orla yang sedang menikmati teh di meja yang menghadap langsung pada jendela. Suasana di istana ini tidak seperti biasanya semuanya sunyi dan tegang, seakan alam pun mengerti bahwa kondisi saat ini sedang tidak baik baik saja.

"Hahaha rasanya begitu menyenangkan melihat suasana seperti ini terjadi. Kerajaan yang selalu di bangga banggakan oleh Raja terhormat itu akan segera hancur."

Dari nada bicaranya seakan-akan masih menyimpan dendam yang cukup mendalam. Bagaimana tidak seorang anak kecil yang berumur delapan tahun melihat dengan matanya sendiri kejadian dimana ibunya di eksekusi mati oleh keluarga nya sendiri.

Tidak hanya sampai disitu Orla di kucil kan bahkan oleh kasta yang sangat jauh dibawah nya, tapi semua keluarga nya tidak ada yang peduli justru menimbulkan kesan bahwa mereka senang dengan apa yang terjadi pada Orla dan itu semua berlangsung hingga ia dewasa bahkan sampai kerajaan ini runtuh.

Kerajaan Kinsey bukan lah kerajaan yang besar walaupun demikian Kerajaan ini disebut sebut sangat di berkati oleh Tuhan karena kekayaan akan sumber daya alam nya. Banyak sekali Kerajaan lain yang ingin merebut Kerajaan ini tapi tidak ada yang pernah berhasil.

"Tinggal menghitung hari kerajaan ini akan hancur dan keluarga ini akan musnah tapi dengan itu juga hidup ku akan benar benar di mulai."

༶•┈┈⛧┈♛

1014 kata
Tanggal publish : 16-03-2023

Jangan lupa vote😉

ESPOIRCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang