CHAPTER 18

8.7K 428 16
                                        

༶•┈┈⛧┈♛Happy Reading guys

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

༶•┈┈⛧┈♛
Happy Reading guys

Saat ini Duke Albern berada di kamar tempat dimana Orla di obati. Saat pertama kali mendengar bahwa Orla telah sadar dari pingsannya Albern langsung mengunjunginya.

Orla yang telah sadar dari pingsannya hanya diam saja, bagaimana tidak jika sedari tadi Duke Albern hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun. Orla yakin siapapun orang yang berada di posisinya akan sangat tidak nyaman apa lagi saat ia berada di kediaman Duke Albern.

Entahlah Orla harus bersyukur atau bagaimana. Ia tidak perlu bersusah payah untuk membujuk Duke Albern agar membawanya keluar dari istana terkutuk itu dan disisi lain ia yakin tidak mungkin pria di hadapannya akan melakukan semua itu tanpa ada bayaran.

"Saat kondisi mu membaik kenakan pakaian itu."

Orla menatap pakaian yang berada di ujung kasur. Ia mengernyit pakaian itu mirip seperti milik pelayan disini.

"Kau akan menjadi pelayanan pribadi ku."

"Baik yang mulia."
Mendengar jawaban tanpa bantahan dari Orla, Duke Albern pergi meninggalkan kamar itu.

Ini lah keputusan yang tepat untuk nya, lagi pula apa yang bisa di harapkan dari dirinya dia bukan lagi seorang putri ia hanya putri tawanan untuk kepentingan politik. Sudah keluar dari istana itu saja ia sudah sangat bersukur, setidaknya ia sedikit menjauh dari nasib buruk di kehidupan sebelumnya.

Entah ia tidak peduli mau menjadi pelayan atau apapun itu di kediaman Duke Albern yang penting ia tidak menjadi seorang jalang itu sudah cukup baginya.

Yang mengganggu pikirannya saat ini adalah Mia bagaimana kondisinya saat berada di istana. Ia mungkin tidak bisa membawa Mia masuk kedalam kediaman Duke Albern dengan status nya saat ini.

Ia akan pikirkan bagaimana caranya untuk membawa Mia keluar dari istana terkutuk itu. Mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama hingga ia bisa membawa Mia bersamanya lagi.

"Putri Orla anda bisa istirahat, jika membutuhkan sesuatu anda bisa mengatakan kepada saya. Tabib mengatakan kondisi anda akan membaik sekitar tiga atau empat hari dan untuk luka luka anda akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk benar benar sembuh."

"Baiklah terimakasih telah merawat ku, maaf jika aku merepotkan mu."

"Tidak putri anda tidak merepotkan kami lagi pula ini merupakan perintah dari Duke Albern."

Mendengar itu Orla tersenyum tulus, sangat tidak diragukan lagi bagaimana potensi dari setiap orang yang bekerja di bawah keluarga Adalgiso. Baik itu bakat ataupun tatakrama mereka sangat di jaga.

ESPOIRCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang