Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
༶•┈┈⛧┈♛ Happy Reading guys
Orla dan Mia semakin masuk kedalam taman itu sambil mengobrol ringan dan sesekali melontarkan candaan.
"Tuan putri apakah anda mengetahui tentang rumor bahwa anda akan di jadikan selir."
Mendengar itu Orla memberhentikan langkahnya sesaat kemudian melanjutkan kembali langkahnya.
"Ya aku tau itu."
Melihat reaksi tuannya yang terlihat berat menerima kenyataan itu membuat Mia khawatir.
"Jika anda tidak menginginkan hal ini anda bisa meminta pertolongan dari bangsawan lama dari Kinsey yang mulia pasti mereka akan membantu anda."
Mendengar hal itu orla menatap Mia dengan wajah seriusnya.
"Apa yang kau katakan Mia, jangan pernah mengatakn hal hal yang tidak perlu kau katakan jika ada yang mendengar hal ini meraka akan mengira kita akan melakukan pemberontakan."
Mia langsung menjatuhkan badanya ke tanah ia tidak bermaksud ingin memper sulit tuanya ia hanya merasa khawatir tuannya akan terus memikirkan hal itu dan merasa terbebani.
"Maaf kan saya tuan putri saya benar benar tidak bermaksud untuk mengatakan hal ini saya hanya merasa khawatir denga anda."
Melihat itu Orla membantu Mia untuk berdiri.
"Mia apapun yang terjadi denganku di istana ini tidak pernah sesimpel seperti yang terlihat. Dari yang mulia memilih ku menjadi seorang tawan istana, kamu yang tidak jadi di asingkan, kita yang di kirim ke wilayah Kinsey, rumor aku yang akan di angkat menjadi selir bahkan dengan mudah kita memasuki taman ini semua itu tidak setenang yang terlihat."
Mendengar hal itu Mia terkejut bahwa tuannya ini bahkan telah memperkirakan bahwa sang raja mengetahui mereka telah memasuki taman utama di kerajaan ini.
Orla melanjutkan langkah nya mendahului Mia yang masih terdia di tempatnya. Tatapan Orla tertuju pada sudut taman itu dimana saat di kehidupan pertamanya setelah menjadi selir raja, Orla mengira bahwa ia telah bebas memasuki berbagai tempat di istana ini tetapi faktanya tidak.
FLASHBACK ON
Sudah terhitung satu bulan lebih Orla menjadi selir dari orang yang di agung agung kan sepenjuru dunia ini. Tentu saja Orla sangat senang ia merasa di perlakukan lebih baik dibandingkan saat ia berada di kerajaannya dulu.
Saat ini Orla sedang menggunakan pakainnya yang dibantu oleh beberapa pelayan, rencananya setelah ini ia akan berniat untuk mengunjungi tempat tempat yang dulunya tidak boleh ia kunjungi.
"Apakah aku boleh mengunjungi tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya."
Tanya Orla pada pelayan yang sedang memakaikan korset padanya.