Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
༶•┈┈⛧┈♛ Happy Reading Love
Suasana yang tadinya menyenangkan seketika menjadi lebih hening. Sepertinya ucapan Orla juga mengganggu Aigor.
"Maaf aku tidak bermaksud untuk membuatmu teringat masa masa sulit mu."
"Tidak itu bukan masalah Tuan Aigor saya juga harus bisa berdamai dengan kenyataan itu agar bisa menjalankan hidup lebih baik."
"Kau benar, kau tau aku lebih menyukai saat kau mengobrol dengan ku menggunakan bahasa yang santai seperti tadi Orla tidak perlu kata saya cukup aku saja."
"Maaf saya terbawa suasana sebelumnya Tuan Aigor."
"Tidak masalah bukannya sudah ku katakan aku lebih menyukai ketika kau berbicara santai pada ku lagi pula aku juga bukan terlahir dari darah bangsawan itu."
"Baiklah mulai sekarang aku akan lebih santai dan terbuka padamu jadi aku harapan Anda tidak akan tersinggung Tuan Aigor."
Orla mengatakan hal itu dengan nada bercanda.
"Aku menunggu hal itu."
Aigor pun menanggapi perkataan Orla dengan santai.
"Tapi sampai kapan kita akan terus bergandengan tangan seperti ini Tuan Aigor aku rasa orang yang melihat ini sedari tadi akan salah faham." Ucap Orla sambil menatap tangan mereka yang terus bergandengan sejak tadi.
"Maafkan aku, aku melupakan satu hal ini sejak tadi." Aigor langsung melepaskan tangan mereka setelah itu Aigor menggaruk belakang kepalanya yang sudah di pastikan bahwa Aigor tidak merasakan gatal atau pun semacamnya.
Tanpa mereka sadari sedari tadi setiap pergerakan mereka di tatap intens oleh Duke Albern.
"Kemana mereka berdua akan pergi Carlos?" Tanya Duke Albern pada Carlos dengan raut kesalnya yang sangat ketara.
"Saya tidak tau Yang Mulia, tapi sebelum itu Orla meminta waktu saya tatapi saya menolaknya kemudian Aigor menghampiri Orla mungkin ia menawarkan diri untuk menemani Orla." C
arlos menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya kepada Albern.
"Saat membahas gadis itu kau perlu menambahkan kata nona sebelum menyebut namanya." Ucap Duke Albern sambil melanjutkan langkah nya.
Carlos yang mendengar hal itu mengiyakan sambil menatap Carl dengan bingung yang mengikuti Duke Albern dari belakang. Carl yang di tatap seperti itu oleh Carlos hanya bisa mengedikkan bahu tanda bahwa ia juga tidak tau apa yang terjadi pada Tuan mereka yang terlihat kesal itu.