CHAPTER 25

5.7K 260 13
                                        

༶•┈┈⛧┈♛Happy Reading Love

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

༶•┈┈⛧┈♛
Happy Reading Love

      Dibalik pintu yang tidak tertutup rapat terdapat seseorang yang memperhatikan bagaimana Duke Albern memperlakukan Orla hingga membuat Orla terduduk di pangkuan nya.

Duke Albern menyadari hal itu hanya tersenyum miring sambil memperdalam wajahnya pada leher Orla.

"Yang mulia posisi ini sangat tidak sopan bagi saya jadi bisakah anda melepaskannya."

"Kau mengatakan hal itu setelah aku mengiyakan permintaan mu Orla."
Duke Albern berkata dengan terus membiarkan wajahnya di belahan leher Orla.

"Kumohon yang mulia jangan seperti ini ini sangat menggelikan."

"Aku tidak peduli tetaplah seperti ini sampai beberapa saat."

"Tapi bagaimana jika ada yang melihatnya yang mulia mereka pasti akan menyebarkan rumor yang tidak tidak tentang kita."

"Sudah ku katakan aku tidak peduli jika mereka mengira kita melakukan hal yang tidak senonoh aku akan bertanggung jawab ingat aku bukan pria pengecut seperti di luaran sana."

"Baiklah saya akan pegang ucapan anda."

"Kau bisa mengambilnya langsung."
Duke Albern berkata sambil memberikan senyum liciknya.

"Apa maksud anda yang mulia."
Sedangkan Orla yang tidak mengerti apa yang di maksud oleh Duke Albern.

"Tidak lupakan."
Setelah mengatakan itu Duke Albern kembali meletakkan wajahnya pada tempat kesukaannya itu.

Sudah cukup lama posisi Orla dan Duke Albern akhirnya Duke Albern melepaskan pelukan nya. Tanpa Duke Albern sangka bahwa ia tertidur selama beberapa saat karena situasi itu pula Orla membiarkan Duke Albern yang sedang tertidur Orla tahu sebeapa lelah Duke Albern dengan semua yang terjadi saat ini.

"Maaf pasti kau kelelahan dengan posisi seperti ini."

"Tidak masalah yang mulia anda terlihat sangat lelah."
Orla mengatakan hal itu sambil berdiri dari posisi mereka sebelumnya. Setelah itu terdengar suara ketukan pintu.

Tok tok tok

"Permisi yang mulia saya Carl, ingin menyampaikan bahwa pertemuan akan berlangsung beberapa saat lagi."

"Baiklah Carl kau tunggu disitu."

"Baik Yang Mulia."

"Ingat Orla di pertemuan nanti kau jangan membicarakan apapun tanpa persetujuan ku kau cukup menjelaskan saluran air yang kau bicarakan."

ESPOIRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang