Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading guy's
༶•┈┈⛧┈♛
Saat ini Orla telah kembali ke istana kerajaan Utara sudah delapan hari Orla melakukan aktivitas yang berulang. Makan tidur membaca buku menyusun beberapa rencana begitulah dia menjalani hidup setiap harinya.
Bisa di bilang cukup nyaman hidupnya sebagai tawanan tidak hanya cukup tapi sangat nyaman dia tidak terlihat seperti seorang tawanan. Tapi itu semua hanya sesaat sampai dimana ia akan menjadi istri tidak sah dari Raja itu bisa disebut dia hanya sekedar pajangan yang tidak berarti sama sekali.
Di Pagi yang cerah awalnya perasaan Orla juga secerah mentari, tetapi saat akan membuka pintu kamarnya Orla mendengar dari pelayan yang lewat mereka mengatakan bahwa banyak rumor tentang sang raja yang akan menjadikannya selir agar bisa dengan mudah menekan rakyat dan para bangsawan di sana.
Mendengar hal itu Orla mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamarnya ia kemudian menutup kembali pintu kamarnya dengan perlahan.
"Tuan putri anda belum juga keluar dari kamar saya pikir anda telah berada di taman." Mia yang baru keluar dari kamar mandi yang awalnya akan menemani Orla tetapi ia masih menyimpan beberapa pakaian milik Orla.
"Aku tidak akan keluar hari ini Mia, tiba tiba aku merasa malas untuk keluar kamar." Sambil mengatakan itu Orla berjalan menuju kursi tempatnya untuk menulis dan membaca.
"Baiklah kalau begitu, saya akan mengambilkan sarapan untuk tuan putri." Mia keluar dari kamar tuanya kemudian menutup kembali pintu kamar tuanya itu.
"Sial aku lupa tidak menghitung hari kapan aku akan diangkat menjadi selir raja itu, aku harus melakukan rencana ku mulai saat ini." Orla bertekad dia dan Mia harus bisa keluar dari istana terkutuk ini.
Orla memiliki beberapa rencana agar dia bisa menghindari takdirnya di kehidupan sebelumnya yang akan menjadi selir dari Raja Edgar. Sebenarnya ada kemungkinan dia keluar dari istana ini dengan mudah melalui satu persyaratan yang belum ia minta pada Raja Edgar, tapi hal itu pasti tidak semudah yang ia pikirkan karena statusnya sebagai tawanan tidak mungkin dengan mudahnya Raja Edgar melepaskannya.
Kerena itu Orla membutuhkan orang yang bisa menentang keputusan seorang raja dan orla memilih duke Albern karena duke Albern bukan lagi bisa menentang Raja Edgar tapi dia bahkan bisa mempengaruhi keputusan raja tersebut.
"Sesuai rencana pertama ku, aku akan mendekati duke Albern kalau bisa membuatnya jatuh cinta pada ku, tapi jika itu gagal aku harus mengorbankan diri ku sendiri untuk masa depan ku entah itu lebih baik atau tidak setidaknya masa lalu kelam itu tidak terulang lagi."