Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
༶•┈┈⛧┈♛ Happy Reading Guys
Mendengar suara itu otomatis membuat Orla dan Mia menoleh pada asal suara. Orla sudah menduga bahwa Raja Edward akan menemuinya untuk memberi hukuman seperti pada kehidupan pertamanya.
Raja Edward melangkah dengan tegas seakan ingin menunjukkan bahwa ia pemilik kekuasaan tertinggi di kerajaan ini. Beberapa pengawal yang menggunakan pakaian khusus terus mengikuti setiap langkah sang raja dari belakang.
"Salam yang."
"Prajurit bawa gadis ini keluar dari taman ku tanpa menyentuh satu pun bunga, siapa yang mengizinkan gadis ini menginjakkan kaki disini."
Belum selesai Orla dan Mia melakukan salamnya Raja Edgar memotong ucapan mereka terlebih dahulu.
Mendengar hal itu Orla hanya diam saja tidak ada raut terkejut di wajahnya. Karena ini benar benar mirip dengan kehidupan sebelumnya hanya saja kata kata raja itu yang berbeda.
Tanpa perlawanan Orla hanya diam saja saat tangannya di tarik menuju kedepan oleh prajurit itu.
Mia yang tangannya juga di tarik dengan paksa tidak bisa melakukan apapun. Ia hanya mengkhawatirkan tuanya karena saat ini saja tangannya sudah mulai terasa perih karena tarikan kasar dari prajurit itu.
Setelah berada di luar kawasan taman, prajurit itu mendorong tubuh Orla dan Mia dengan kasar ke tanah.
"Aaww." Orla dengan otomatis meringis saat tubuhnya di dorong ke tanah dengan kasar karena ia merasa tangannya perih karena tergores tanah.
"Tuan putri apakah anda baik baik saja." Saat mendengar seruan itu membuat Mia sangat khawatir pada tuannya.
"Aku baik baik saja Mia, kau bagaimana apakah ada yang terluka."
Belum Mia menjawab pertanyaan tuannya tapi Raja Edgar memotong terlebih dahulu obrolan mereka.
"Kalian tidak perlu membuat drama disini, aku yakin kau tahu apa kesalahan mu putri Orla."
Orla mendongak kan wajahnya menghadapi sang lawan bicara.
"Ya saya sangat tahu apa kesalahan saya."
"Bagus kalau begitu aku tidak perlu ragu ragu untuk memberikan mu hukuman."
Mendengar hal itu Orla hanya terkekeh, ia teringat dengan kehidupannya di masa lalu. Bahkan dengan ia menjelaskan pun pria yang berdiri dengan angkuh di hadapannya ini tidak akan memperdulikan nya.
"Bahkan jika saya menjelaskan lebih lanjut sepertinya anda tidak akan peduli dengan apapun alasan saya. Bukan begitu yang mulia."
Mendengar hal itu Raja Edgar mensejajarkan tingginya dengan Orla yang sedang bersimpuh di tanah.