Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
༶•┈┈⛧┈♛ Happy Reading Love
Setelah satu minggu berlalu Duke Albern dan Orla yang sebelumnya ingin menuju istana setelah pembahasan mereka saat itu di urungkan karena istana yang sedang menyiapkan upacara pernikahan Raja Edgar dengan Domita.
Orla yang mendengar kabar pernikahan itu terkejut, bukan terkejut karena Raja Edgar yang akan menikahi Domita ia terkejut karena waktu berjalan dengan sangat cepat sejak ia kembali dari kehidupan sebelumnya. Ia benar benar harus mencari cela waktu yang tepat untuk membalaskan dendamnya pada mereka semua.
Sedangkan Orla yang sedang memikirkan bagaimana cara ia membalaskan dendam nya pada mereka di lain sisi Duke Albern di sibukkan dengan ketidak stabilan politik yang ada.
Duke Albern tidak menyangka jika dampak dari keputusan Raja Edgar yang akan menikahi putri Baron itu memberikan guncangan politik yang sangat besar khususnya di kalangan bangsawan.
Duchess Mabel, Marquess Lumiere, dan Marquess Savoy yang putrinya menjadi seorang selir Raja Edgar menentang keras pengangkatan putri Baron menjadi selir yang bahkan kebangsawanan nya masih di ragukan oleh orang orang.
Apalagi Raja Edgar belum menentukan siapa yang akan menjadi ratu di antara mereka bertiga. Hal itu semakin memicu tiga keluarga bangsawan ini untuk menentang hal ini. Ditambah dengan beredar rumor di masyarakat dengan sangat marak bahwa Raja Edgar hanya mencintai Domita dan hanya menganggap tiga selirnya sebagai alat politik.
"Bagaimana Carl?"
"Semuanya semakin kacau yang mulia sekarang di Kerajaan telah terpecah menjadi beberapa kubu. Saya pikir Duchess Mabel, Marquess Lumiere, dan Marquess Savoy akan bersatu untuk menentang hal ini. Nyatanya mereka membuat kubu masing masing untuk saling memperkuat kedudukan putri mereka."
"Heh orang orang picik seperti mereka tidak mungkin akan begitu saja bersatu meskipun itu demi putri mereka. Apalagi dengan Duchess Mabel dia merupakan seorang ibu pasti akan menginginkan yang terbaik untuk sang putri, apa lagi dia memiliki status yang lebih tinggi dari semua selir Raja."
"Selain itu saya takut hal ini akan di manfaatkan olehnya orang itu untuk menggulingkan kekuasaan Raja Edgar Yang mulia."
"Itu bisa saja terjadi, aku akan menemuinya kalian siapkan semuanya." Duke Albern berkata dengan terus membolak balikkan laporan yang ada di tangannya.
"Baik yang mulai akan kami persiapan segalanya."
"Bagaimana dengan mata mata di luar kerajaan Carlos."
"Dari hasil laporan mata mata yang telah dikirim yang mulia mereka mengatakan Kerajaan barat dan Kerajaan timur mengalami beberapa permasalahan akibat perbuatan wilayah pada Kerajaan Tertier. Jika di lihat dari itu sepertinya utusan setiap negara akan memberikan informasi untuk mengadakan rapat besar bersama agar tidak menyebabkan peperangan di antara empat Kerajaan besar ini."