Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
༶•┈┈⛧┈♛ Happy Reading Love
(REVISI)
Di dapur kediaman Adalgiso terdapat seorang gadis yang sedang sibuk dengan kegiatannya bahkan matahari yang belum sepenuhnya keluar dari sangkarnya. Pagi yang sangat tenang tapi sepertinya sangat berbanding terbalik dengan kondisi perasaan gadis itu.
Orla yang sedari tadi telah berada di dapur untuk menyiapkan segelas anggur Rhenish untuk Duke Albern. Setelah membaca lembaran yang diberikan Duke Albern kemarin yang Orla rasa tidak ada ujungnya itu.
Awalnya Orla sangat kesusahan memahami isi dari lembaran itu yang berisi semua pekerjaan apa saja yang harus ia lakukan dan juga apa saja yang tidak boleh ia lakukan.
Tetapi setelah Sofia mengajaknya bertemu dengan kepala pelayan di kediaman ini, Monia Vale wanita berusia empat puluh tujuh tahun berasal dari keluarga Marquess Vale yang telah mengabdikan dirinya sejak Duke Albern masih bayi. Tidak Orla sangka kepala pelayanan itu sangat baik padanya bahkan memberitahukan beberapa kebiasaan Duke Albern.
Setelah selesai ia menuangkan segelas anggur yang akan di berikan pada Duke Albern, Orla hanya berharap segelas anggur ini dapat membuat awal yang menyenangkan di hari ini. Meskipun ia tahu bahwa bekerja di kediaman Adalgiso bukanlah hal yang mudah.
"Huh hanya menyajikan segelas anggur saja aku membutuhkan waktu yang cukup lama." Sejujurnya Orla tidak pernah menyajikan anggur sebelumnya karena itu ia sedikit kebingungan bagaimana cara menyajikan anggur dengan benar karena itu pula ia membutuhkan banyak waktu hanya untuk menyajikan segelas anggur.
Anggur merupakan hal yang sangat mahal, hanya bangsawan saja yang dapat menikmati anggur bahkan untuk merasakan segelas anggur terasa sangat mustahil bagi kalangan bawah. Termasuk salah satu jenis anggur yang Orla bawa yaitu Rhenish yang memiliki rasa dan warna yang unik.
Orla berjalan dengan gugup menuju ruangan kerja Duke Albern saat tiba di depan pintu pun prajurit yang melihat Orla dan melihat apa yang di bawa olehnya langsung membukakan pintu.
Saat tiba di depan Duke Albern Orla memberikan salamnya. "Salam yang mulia semoga kebaikan selalu menyertai mu, yang mulia saya membawakan segelas anggur Rhenish yang biasa anda minum di pagi hari."
"Hmm kau bisa meletakkannya."
Orla meletakkan anggur itu dengan perlahan agar tidak membuat kesalahan di hari pertamanya bekerja. Setalah meletakkan anggur itu Orla ingin izin kembali menyelesaikan tugasnya yang lain. Sebelum Orla mengatakan untuk kembali Duke Albern berkata terlebih dahulu.
"Kau diam di situ."
Meskipun bingung Orla tanpa bantahan menurut dengan yang di perintahkan Duke Albern. Orla sedikit khawatir saat Duke Albern akan segelas anggur yang ia buat. Dengan sabar Orla memperhatikan Duke Albern yang sedang meminum anggur itu, meskipun ia bingung mengapa Duke Albern memerintahkan nya untuk tetap disini.