Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
༶•┈┈⛧┈♛ Happy Reading Love
Suasana pagi hari di wilayah Etril sangat berbeda dari biasanya tidak ada suara anak kecil yang penuh tawa tidak ada pula suara pedagang yang saling bersautan satu sama lain. Tidak sepi namun seperti tidak ada kehidupan, masih banyak orang yang keluar dengan muka penuh harapan tapi tidak dengan penuh semangat.
Jelas kondisi saat ini sangat memukul sang pemimpin mereka. Melihat salah satu wilayah yang biasanya sangat padat bahkan sebelum matahari terbit sudah penuh dengn hiruk piruk seketika menjadi wilayah yang seakan hanya memiliki warna hitam dan putih.
Pertemuan yang sedari tadi berlangsung masih penuh dengan perdebatan dan ribuan pendapat, tetapi tidak berhasil menghasilkan titik terang yang benar benar bisa membuat sang pemimpin Adalgiso yaitu Duke Albern puas dengan itu semua. Semua masukan dan pendapat terasa hanya kata kata tanpa bobot, bahkan para pelajar dengan nilai terbaik masih belum bisa memberikan solusi terbaik meraka.
"Hentikan pertemuan ini, sudah lima jam berlalu tapi kalian masih belum memberikan jalan keluar untuk masalah ini."
Mendengar hal tersebut semua orang di ruangan seketika terdiam mereka sadar bahwa mereka belum bisa memberikan sesuatu yang dapat menyelesaikan masalah kekurangan air ini.
"Aigor kau terus fasilitasi semua yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah ini, setidaknya beri solusi untuk menangani walaupun itu hanya sementara."
Setelah mengatakan itu Duke Albern keluar dari rungan di ikuti oleh Carl dan Carlos selaku tangan kanan utama Duke Albern.
"Carl Carlos kalian terus pantau bantuan air dari wilayah lain pastikan air bantuan itu tidak terbuang sia sia. Utamakan kebutuhan para warga dan hewan ternak mereka."
"Baik yang mulia kami akan menjalankan sesuai perintah anda."
"Apakah yang mulia akan menuju ke penginapan."
"Ya, aku akan berada di penginapan aku akan menulis beberapa surat perintah pada daerah lain untuk mengirim pasokan air sepertinya masalah ini cukup memakan waktu. Jika kalian membutuhkanku kalian bisa menghampiriku."
"Baik yang mulia." Jawab Carl dan Carlos secara bersamaan.
༶•┈┈⛧┈♛
Terlihat Albern yang sedang duduk di meja khusus untuknya yang berada di sudut ruangan kamar penginapannya. Albern terlihat sangat fokus menambahkan coretan coretan tinta di atas kertas kosong, ia terlihat sangat serius dengan apa yang ia tulis.
Seorang prajurit memasuki ruangan itu, untuk memberitahukan dan meminta izin bahwa Orla akan masuk membawakan cemilan untuk Albern.
Albern mengijinkan Orla untuk masuk kedalam ruangannya. Setelah beberapa saat Orla masuk kedalam dengan membawa sebuah nampan yang berisi berbagai macam cemilan.