CHAPTER 20

9.2K 435 28
                                        

༶•┈┈⛧┈♛Happy Reading Love

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

༶•┈┈⛧┈♛
Happy Reading Love

     Orla yang akan memasuki ruangan Duke Albern setelah prajurit yang mengatakan bahwa Duke Albern memanggilnya kembali. Dengan langkah gontai ia masuk kembali keruangan Duke Albern tidak ada yang salah dengan ruangan ini tapi entah mengapa Orla malah tidak menyukai berada di sini.

Saat tiba didalam Orla melihat dua tangan kanan setia Duke Albern berada di depan meja Duke Albern mereka seperti sedang membicarakan hal penting. Duke Albern yang melihat Orla telah tiba secara spontan memusatkan perhatiannya pada Orla.

Carl dan Carlos yang melihat tatapan tuannya fokus pada satu titik juga melihat apa yang membuat sang tuan terdiam di tengah tengah pembahasan penting mereka.

Saat tiba tepat dihadapan meja Duke Albern Orla merasa semakin tidak nyaman melihat suasana dan tatapan mereka yang terlihat terlalu serius menatapnya.

"Kalian siapkan semuanya, kita akan pergi sekarang."

"Baik yang mulia saya akan menyiapkan kereta dan semua yang anda perintahkan sebelumnya."

"Begitupun dengan saya yang mulia saya akan menyiapkan pengawal untuk memastikan keamanan rute yang akan kita lalui."

Setelah Carl mengiyakan perintah tuannya Carlos pun ikut menimpali hal itu.

"Ya kalian bisa pergi sekarang."

 "Baik yang mulia saya permisi."

Ucap Carl dan Carlos secara bersamaan dan keluar meninggalkan ruangan itu.

Orla yang mendengar hal itu hanya diam saja dan ia juga mulai mengerti dengan keadaan bahwa Duke Albern akan berpergian mungkin cukup jauh melihat mereka yang serius mempersiapkan semuanya. Orla juga berusaha mengingat apa yang terjadi di masalalu pada hari ini, tapi entah lah Orla tidak mengingat apapun mungkin setelah Duke Albern mengatakan apa yang terjadi ia akan mengingat kejadian saat ini.

"Dan kau siapkan barang barangku untuk dua minggu kedepan."

"Baik yang mulia kalau begitu saya akan menyiapkan segalanya apakah ada lagi yang harus saya lakukan yang mulia."

"Kau juga akan ikut bersama ku." Ucap Duke Albern dengan masih fokus menatap Orla.

"Mengapa saya juga ikut dengan yang mulia."

Duke albern yang mendengar hal itu semakin menatap Orla dengan tajam dan serius. Melihat tatapan itu Orla merasa telah salah berbicara bukannya ingin membantah Orla hanya merasa aneh dengan ini karena menurutnya ini merupakan perjalanan yang penting.

"Berdiri lah di samping ku."

"Apa maksud anda yang mulia."
Orla semakin merasa telah membuat kesalahan setelah mendengar perintah yang sangat membingungkan itu.

"Aku tidak mengulangi perintah ku." 

Mendengar hal itu Orla dengan langkah dengan sedikit gemetar berjalan menuju sebelah kursi Duke Albern. berdiri di samping Duke Albern yang sedang duduk di kursi kebesarannya dengan mengeluarkan aura yang sangat dominan.

ESPOIRCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang