Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
༶•┈┈⛧┈♛ Happy Reading Love♡
Satu bulan telah berlalu sejak kunjungan mereka di wilayah Etril. Sekarang di kediaman Adalgiso telah berjalan seperti biasanya. Sang pemimpin mereka Duke Albern dan seluruh tangan kanannya telah kembali ke kediaman.
Orla yang telah menyelesaikan beberapa pekerjaannya sedang memakan sarapannya di tempat yang di khusus kan para pelayan. Orla yang sedang sarapan justru tidak fokus pada makanannya. Ia memikirkan bagaimana ia menagih imbalannya. Seingatnya dulu nona Marquess Madici itu langsung begitu saja mendapatkan hadiah kenapa ia justru seperti di lupakan begitu saja.
"Huh apa yang mulia terlalu sibuk hingga melupakan yang dia janjikan pada ku." Orla akui Duke Albern akhir akhir ini sangat sibuk mengurus berbagai hal di Dukedom. Bahkan ia yang menyiapkan segala hal pribadi Duke Albern cukup kuwalahan.
"Orla apa yang sedang kau pikiran, kau sedang makan tapi pikiranmu seperti tidak pada makanan itu." Ucap Nyonya Monia yang ikut duduk di samping Orla sambil membawa beberapa makanan untuknya sendiri.
"Nyonya Monia maaf kan saya, akhir akhir ini saya memikirkan banyak hal."
"Kau tidak perlu memikirkan semuanya Orla jika ada yang mengganggumu terkait pekerjaan di kau bisa katakan pada ku." Mendengar hal itu Orla tersenyum dengan tulus. Ia benar benar tidak nyangka jika di kediaman Adalgiso setiap pelayan bahkan seorang kepala pelayan pun saling mendukung satu sama lain.
"Terimakasih Nyonya Monia saya sangat nyaman bisa bekerja disini dan saya juga sangat berterimakasih pada anda telah membimbing saya tentang banyak hal."
"Aku senang jika kau nyaman disini, sudah kewajiban ku sebagai kepala pelayan untuk membantu mu disini dan membuat lingkungan yang nyaman antar pelayan."
"Saya rasa Adalgiso sangat beruntung mendapatkan kepala pelayan seperti anda."
"Lihat kau kembali berlebihan." Mereka berdua terus mengobrol bersama membahas banyak sekali hal hingga ada salah satu pelayan menyampaikan jika Duke Albern telah kembali setelah mengecek barak milik Adalgiso.
"Nyonya Monia sepertinya saya harus pergi terlebih dahulu untuk melakukan tugasku."
"Baiklah kau bisa pergi sekarang Orla." Orla memberi salam sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.
Setelah berpamitan Orla melanjutkan langkanya menuju kamar pribadi milik Duke Albern untuk menyiapkan pakaian dan air mandi Duke Albern. Didepan pintu juga sudah terdapat beberapa pelayan yang sedang menunggunya untuk menyiapkan kebutuhan Duke Albern.