CHAPTER 24

6.2K 295 14
                                        

༶•┈┈⛧┈♛Happy Reading Love

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

༶•┈┈⛧┈♛
Happy Reading Love

     Duke Albern langsung memisahkan pelukan mereka berdua dan membawa Orla kesisinya. Dengan terus memberikan tatapan sinis pada Aigor.

"Aku lihat kau semakin tidak sopan Aigor."

"Maafkan saya yang mulia tapi hubungan saya dengan Orla sudah mulai dekat."
Aigor berusaha memberikan pembelaan pada Duke Albern yang terlihat sangat tidak suka dengan sifatnya.

Mendengar hal itu Duke Albern menatap kepada Orla. Orla yang di tatap hanya mengalihkan tatapannya.

"Aku tidak peduli itu dan kau saat memanggil atau menyebut Orla jangan lupakan untuk menyertakan sebutan nona."

"Itu berlebihan Yang Mulia saya juga sudah mulai dekat dengan Tuan Aigor."

Mendengar hal itu Orla berusaha membantah karena ia tidak enak dengan Aigor.

"Tidak ada yang meminta pendapat mu."
Duke Albern berkata dengan menatap Orla dengan sinis.

Saat Aigor ingin mengucapkan sesuatu Carl dan yang lainnya telah tiba disana.

"Orla kau kembali bersama ku dan kau Aigor disini bersama dengan Carl dan yang lainnya untuk memastikan lagi segalanya. Carl besok pagi laporkan semuanya padaku."

"Baik Yang Mulia."
Ucap mereka secara bersamaan dan menundukkan tubuh saat Duke Albern pergi meninggalkan mereka.

"Kalau begitu aku pergi dulu Taun Aigor terimakasih untuk hari ini."

"Sudah Orla kau pergi sekarang Duke Albern menunggu mu."

Ucap Carl yangberusaha agar tidak terciptakan kembali percakapan di antara mereka.

Orla melihat Duke Albern yang menghentikan langkahnya sepertinya benar Duke Albern sedangkan menunggunya.

"Baiklah kalau begitu aku permisi terlebih dahulu."
Setelah membungkukkan tubuhnya Orla pergi meninggalkan tempat itu menyusul Duke Albern.

"Aku tidak suka menunggu."
Suara itu terdengar saat Orla telah berada di dekat Duke Albern.

"Maaf yang mulia saya hanya berpamitan saya tidak enak jika-"

"Aku tidak peduli."
Duke Albern berkata sebelum Orla menyelesaikan ucapannya. Jelas Orla hanya bisa pasrah dengan setiap perilaku Duke Albern.

Mereka berdua berjalan menuju kereta kuda Duke Albern yang berada di depan kios roti itu.

Tapi dengan begitu saja Duke Albern melewati kereta kudanya. Orla mengira Duke Albern akan menaiki kereta kuda itu untuk menuju ke penginapan mereka.

ESPOIRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang