Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading guys
༶•┈┈⛧┈♛
Saat ini Orla dan beberapa rombongan dari Kerajaan Utara berada dalam perjalanan menuju wilayah kerajaan Kinsey.
Dalam perjalanan ini mereka cukup banyak membawa prajurit karena ada beberapa mentri yang terlibat ikut dalam perjalanan. Sebenarnya Orla cukup bingung dengan duke Albern yang juga ikut dalam perjalanan mengurusi masalah pertambangan ini, karena sedari awal duke Albern tidak pernah ikut campur masalah pertambangan.
Mengingat duke Albern Orla jadi mengingat hal memalukan yang ia lakukan tadi, dengan terus menatap duke dan tangan kanannya Orla jadi merasa seperti wanita penggemar pria tampan.
Sejak kapan sikap seperti itu muncul dari diri ku padahal dulu aku tidak pernah memperdulikan pria tampan tapi sekarang aku malah seperti penggemar pria tampan.
Setelah lama berkata dalam hati kemudian Orla melihat Mia.
"Mia apakah kau menyukai pria tampan."
"Eehhh tuan putri apa maksud anda." Mia terkejut dengan pertanyaan tuanya ini yang tiba tiba, apa lagi membahas seorang pria yang di anggap melanggar etika seorang perempuan.
"Iya pria tampan seperti duke Adalgiso dan Marques Ramiro."
"Tuan putri bisakah anda mengecilkan suara anda hamba takut ada yang mendengarnya di luar kereta kuda ini."
"Baiklah baiklah jadi jawab sekarang pertanyaan ku."
"Saya rasa semua wanita sama taun putri mereka menyukai pria tampan selain tuan Duke dan Marques saya pikir yang mulia Raja juga tidak kalah tampan."
"Kau benar raja itu cukup tampan tapi wajahnya membosankan aku lebih tertarik pada duke itu. Sepertinya jika aku terus menatap wajahnya, wajahku tidak cepat menua hahaha."
"Putri anda tidak boleh berkata seperti itu pada yang mulia raja bagaimana jika ada yang mendengarnya itu akan menjadi masalah untuk anda."
"Iya aku tau, tapi itu lah faktanya Mia."
"Putri jika anda membicarakan hal buruk tentang yang mulia kecil kan suara anda."
"Baiklah, ohh ya Mia apakah kau tau, sepertinya sekarang aku menyukai sesuatu."
"Apakah anda menyukai makanan baru yang mulia."
"Bukan makanan tapi aku menyukai pria tampan kau harus mengingat hal itu." Orla berkata sambil terkekeh
"Putri anda sungguh telah berubah." Mia sungguh terheran dengan perubahan tuannya ini, dulu ia sangat anggun dan pemalu tidak pernah membahas hal hal seperti ini, apakah ini karena tuan putri tinggal di lingkungan baru.