CHAPTER 30

10.8K 313 47
                                        

༶•┈┈⛧┈♛Happy Reading Love

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

༶•┈┈⛧┈♛
Happy Reading Love

Setelah Duke Albern kembali dari istana yang tidak mendapatkan hasil apapun. Duke Albern bersama dengan Carl dan Carlos menuju salah satu wilayah di  Ibu kota untuk bertemu dengan seseorang yang dapat menggulingkan kekuasaan Raja Edgar.

Setelah beberapa saat mereka tiba di salah satu Bar yang tidak terlalu besar, tapi percayalah Bar tersebut menyimpan ribuan hal hal besar yang tidak di ketahui banyak orang.

Kereta kuda mereka tiba tepat di depan pintu Bar dan di sambut oleh penjaga disana. Duke Albern, Carl dan Carlos masuk kedalam kemudian menuju salah satu pelayan. Mereka terlihat membicarakan sesuatu hingga pelayanan tersebut membawa mereka kedalam sebuah gudang penyimpanan anggur. Pelayan itu mendorong sebuah rak yang tersusun berbagai macam anggur fermentasi.

Saat terbuka terlihat sebuah ruangan yang tidak terlalu luas dan terdapat sebuah meja yang muat hingga lima orang. Di ruangan tersebut juga telah terdapat dua orang yang terlihat serius membahas sesuatu.

Etensi dua orang itu teralihakan saat melihat pintu terbuka yang menampakkan Duke Albern diikuti dengan Carl dan Carlos yang berdiri tepat di belakang Duke Albern.

Tanpa memperdulikan tatapan mereka Duke Albern melangkah masuk kedalam ruangan itu di ikuti oleh Carl dan Carlos.

"Kau telah tiba Duke Albern, apakah Raja itu mendengarkan apa yang kau katakan."
Duke Albern tidak menjawab pertanyaan dari pria tua yang sedang duduk di hadapan orang yang sedang duduk di kursi utama.

"Hahaha melihat bagaimana reaksi mu sepertinya Edgar tidak mendengarkan apa yang kau katakan, sungguh menyedihkan."
Duke Albern masih tidak peduli dengan perkataan pria tua itu yang merupakan seorang Duke Darius seorang pemimpin Dukedom Durante. Duke Albern mendudukkan dirinya di kursi sebelah Duke Darius yang juga berada di hadapan pria itu.

"Kau yakin dengan apa yang kau lakukan."
Tanpa berbasa-basi Duke Albern mengajukan pertanyaan pada pria di hadapannya.

"Jika tidak bukankah aku berdosa membiarkan kerajaan Ayahku ini semakin melemah dengan memiliki Raja yang sedang gila wanita."

Pria itu menjawab dengan nada seakan ia sangat yakin dengan semua yang ia lakukan.

"Jadi kau menganggap pria itu ayahmu setelah kau di buang begitu saja."

Mendengar apa yang Duke Albern katakan ruangan itu seketika menjadi dingin. tidak ada suara di antara mereka, pria itu dan Duke Albern saling menatap dengan dingin.

"Andai dia tidak akan memberiku keuntungan aku tidak akan pernah menganggap darah di tubuh ku ini mengalir darah dari dirinya. Karena dia pernah membuangku maka akan aku ambil seluruh apa yang dia miliki sebagai penebusan dosa dosanya pada diri ku. Bahkan seluruh kerajaan ini tidak bisa menebus dosa dosanya pada ku."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 11 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ESPOIRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang