Seorang putri dari suatu kerajaan yang telah runtuh. Di kehidupan pertamanya dia dieksekusi bukan karena dia merupakan tahanan dari kerajaannya, tapi dia di eksekusi akibat tuduhan yang tidak ia perbuat. Berusaha mengejar cinta sang raja tanpa tahu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
༶•┈┈⛧┈♛ Happy Reading Guys
Albern segera menggendong Orla dengan perlahan agar tidak melukai punggung sang gadis yang sudah jelas terdapat banyak sekali luka terbuka akibat cambukan itu.
Di sepanjang jalan banyak maid yang memperhatikan Duke Albern yang sedang menggendong Orla menuju kereta kuda milik keluarga Adalgiso.
Dibenak meraka menerka kira kira ada hubungan apa Duke Albern dengan Putri Orla. Mereka juga tahu bahwa tidak ada hal yang harus membuat Duke Albern memperdulikan gadis yang ada di gendongannya.
Pelayanan yang terus memperhatikan mereka dengan terpaksa memutuskan pandangannya dan dengan langsung menundukkan wajah setelah melihat tatapan tangan kanan Duke Albern yang sangat mengerikan menunjukkan bahwa dia sangat terganggu dengan tatapan mereka semua.
Saat mereka telah tiba di depan kereta kuda prajurit yang sedari tadi telah menunggu langsung dengan sigap membukakan pintu kereta untuk sang tuan.
"Carl saat tiba kau langsung menyiapkan tabib dan segala kebutuhannya." Perintah dari Albern dengan tegas. Setelah mengatakan perintahnya ia kemudian masuk kedalam kereta kudanya yang masih terus membawa Orla dalam gendongnya.
"Baik yang mulia saya akan menaiki kuda terlebih dahulu dan menyiapkan segala yang anada perintahkan."
"Hm" Jawab Albern bahkan tanpa menoleh pada Carl tatapan nya masih fokus pada gadis yang sekarang terbaring di pangkuannya.
Setelah mendengar jawaban dari tuannya, Carl langsung menutup pintu kereta kuda itu dan sang kusir dengan sigap menjalankan keretanya.
Carl langsung bergegas menuju kudanya dan menunggangi kuda itu dengan cepat agar tiba lebih dulu di mission dan menyiapkan segala yang di perintahkan oleh tuannya.
Di dalam kereta kuda terlihat sangat tenang Albern hanya terus menatap gadis yang ada di pangkuannya dengan tatapan mata yang sulit di artikan, entahlah itu terlihat seperti tatapan ingin memiliki atau hanya sekedar tatapan ingin memanfaatkan. Sulit untuk mengetahui dengan pasti isi pikiran seorang Duke Albern De Adalgiso.
༶•┈┈⛧┈♛
Saat kereta milik Duke Albern telah tiba di Carl langsung mengarahkan sang tuan menuju kamar tamu yang telah ia siapkan yang terdepan beberapa pelayan dan juga tabib yang siap untuk mendapatkan perintah dari sang tuan.
Duke Albern dengan perlahan membaringkan tubuh Orla yang berlumuran darah di kasur.
"Kau obati lukanya dengan baik dan jangan biarkan lukanya sampai membekas dan kau setelah tubuhnya di obati bersihkan badannya urus gadis itu dengan baik."