Berniat menenangkan diri dari masalah rumah tangganya dengan berlibur ke pelosok Hokkaido, Yui harus satu kamar penginapan dengan seorang wanita dingin dan menyebalkan bernama Karin.
Walau begitu sosok Karin mampu mengalihkan masalahnya.
Warning :...
"Penginapan, bahan makanan, solar mobil Seki ... Kau harus membayar setengahnya padaku."
Yui tercengang. Dasar perhitungan! Tapi memang seharusnya ia membayar setengahnya. Ia ke sini kan bukan ingin liburan secara gratis.
"Belikan aku makan siang juga. Pakai uangku saja." Kata Yui, menyembunyikan rasa tersinggungnya. "Semua biayanya nanti akan kukirim melalui rekeningmu."
"Mana uangnya?"
Yui beranjak dari kasur, mengambil dompetnya di dalam tas hiking nya. Ia pun mengeluarkan uang 10 ribu yen dan memberikannya pada Karin.
"Segini cukup kan?"
Tanpa memyahut Karin mengambilnya, lalu ia keluar dari kamar.
Yui mendengus. Tak habis pikir dengan tingkah wanita itu. Kembali berbaring di kasurnya setelah mengenakan pakaian lebih tebal ia mengingat-ingat obrolannya bersama Karin tadi.
Apa rasanya mendua?
Sadar kalau yang dipikirkannya salah, Yui segera menepis pikiran itu. Ia pun menarik selimutnya dan kembali tertidur.
.
Mencium aroma terbakar, Yui terbangun dari tidurnya. Ia mengangkat punggung dan melihat Karin sedang berjongkok di depan perapian yang menyala.
Perapian?
Yui yang seketika semangat segera beranjak dari kasur dan ikut berjongkok di samping Karin. Ia menjulurkan kedua telapak tangannya di dekat api. Ia memejamkan mata sembari merasakan kenikmatan berada di sana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hangatnya...
"Kau suka perapian ya?" Tanya Karin di sampingnya.
Yui mengangguk tanpa ragu.
"Aku pernah bercita-cita memiliki rumah dengan perapian. Tapi sampai sekarang tidak kesampaian."