Special Chapter "Final"

982 79 2
                                        

Author POV

Setahun berjalan pernikahan mereka. Chika masih aktif menjadi asisten pribadi Gara di kantor meskipun sudah ada 2 orang asisten pembantu yang Gara pekerjakan untuk tidak membiarkan istrinya kelelahan.

Hari-hari yang semakin sibuk. Proyek-proyek berdatangan. Dan tentu membuat Gara sedikit kewalahan.

Garsi Architecture semakin menjadi buah bibir di kalangan bisnis-bisnis properti di tanah air.

Bahkan nama Gara sudah terkenal se-Asia.

Tentu Chika sangat bangga dengan pencapaian yang Gara raih.

Tapi Chika merasa apa yang mereka berdua lakukan saat ini justru sangat mengkhawatirkan.

Jam tidur Gara yang tidak beraturan. Sering telat makan karena lebih mementingkan pekerjaan dan bertemu klien.

Hanya saja kekhawatiran Chika itu tidak pernah dibaginya pada Gara.

"Sayang hari ini nyari sarapannya di luar ya. Baby Utun mau sarapan di luar."

Chika sedang mengandung. Ini masih trimester pertama. Terhitung sejak 10 minggu yang lalu.

"Boleh. Mau sarapan apa?" Tanya Gara yang sedang memakai kemejanya.

Chika mendekat ke arah Gara membantu memasangkan kancing-kancing pada lubangnya.

"Emmm mau nasi uduk, tapi pengen gudeg juga."

Chika masih tampak berpikir.

"Eh tapi mau ini aja deh, lontong kari aja ya Mas."

Semenjak hamil Chika selalu labil dengan menu makanan yang diinginkannya.

Gara tidak keberatan, selama itu ada dan Chika menginginkannya tentu Gara akan mengusahakan dengan baik.

"Oke siap. Nanti kita sarapan di luar bareng Daddy Mommy ya Baby Utun." Gara berjongkok dan mengelus perut Chika sayang. Seolah mengajak berbicara anaknya yang masih nampak rata.

"Sehat-sehat di perut mommy ya utun, nanti kalo udah 9 bulan daddy sama mommy tunggu di dunia. Love you." Gara sedikit membuka blouse yang dipakai Chika, mencium perutnya berkali-kali.

"Hahah sayang udah geli."

"Aamiin Daddy, Utun tumbuh sehat dan kuat di perut mommy." Chika menirukan suara bayi.

"Mwahhhh." Gara mengecup sudut bibir Chika.

"Yuk. Aku udah siap." Ujar Gara.

Mereka berangkat mencari pedagang lontong kari yang Chika inginkan. Tentu harus yang bersih dan nyaman.

OCD Gara belum sepenuhnya hilang.

Hari ini sama dengan hari-hari sebelumnya. Pekerjaan Gara yang banyak dan Gara selalu bagi rata beberapa hal yang memang bisa dibantu oleh kedua asisten barunya.

Chika? Lebih tepatnya Gara meminta Chika membantu dia memilah mana file yang memang harus dikoreksi. Sisanya tidak ada. Jika file-file itu sudah selesai Gara tangani sendiri sisanya pekerjaan Chika hanya menghabiskan jajanan yang ia inginkan dan sudah dibelinya. Menonton film di kamar tidur yang ada di ruangan Gara.

Lebih tepatnya Chika hanya berpindah aktivitas dari rumah ke ruangan kantor Gara.

Gara bisa memantau kegiatan dan keinginan Chika secara langsung.

"Sayang, Mas hari ini ada meeting di Sentul. Kamu Mas tinggal dulu ya, mau ke rumah Mami aja gak?" Tanya Gara hati-hati. Pasalnya Chika jadi lebih sensitif.

"Aku gak boleh ikut?" Tanya Chika balik.

"Sebenarnya Mas pengen kamu ikut, tapi inget gak kata dokter? Gak boleh jalan jauh-jauh dulu sampe kandungannya lewat dari trimester pertama." Ucap Gara lembut.

LABIL [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang