25. Rukun Kembali

3 2 0
                                        

    "Selamat pagi anak-anak," ucap Bu Key masuk kelas 9B.

  "Selamat pagi Bu."

  "Bagaimana kabar kalian?"

  "Baik Bu," jawab siswa siswi 9B.

  "Hari ini Ibu tidak memberi materi pelajaran apapun ....."

  "Yeee!" Sorakan siswa/siswi memotong ucapan Bu Key.

  "Tapi ..."

  "Tapi apa Bu?" tanya Tya penasaran.

  "Dengarkan dulu!" tegas Bu Key. "Tapi, Ibu akan mengintrogasi kalian!"

  "What?"

  "Dari kalian semua, adakah yang lagi bermasalah dengan teman sekelas?"

  Suasana sunyi seketika, lantaran tak ada yang berani menjawab. "Jawab jujur!" tegas Bu Key.

  "Ada Bu!" Relyn memberanikan diri untuk menjawab.

  "Siapa?" tanya Bu Key berpura-pura tak tahu. Sesungguhnya ia tahu, namun ingin mendapat kejujuran dari anak didiknya.

  Relyn tak berani menjawab. "Kenapa diam? Ayo jawab!"

  "Saya!" Bukan Relyn yang menjawab, namun Feki.

  "Kamu bermasalah dengan siapa?"

  "Banyak orang Bu!" jawab Feki.

  "Hih ... Dasar! Sini maju!" pinta Bu Key.

  Dengan berani, Feki melangkah mendekati wali kelasnya. "Siapa yang merasa bermasalah dengan Feki? Silakan maju!"

  Viren dan Kio maju bersama, lalu diikuti Relyn. "Ibu minta penjelasn dari kalian! Ayo jelaskan!" Mereka berbicara panjang lebar secara bergantian mengenai masalahnya dulu.

  "Cukup!" Bu Key memukul meja usai Relyn menyelesaikan bicaranya. "Parah, kalian memang parah! Siapa yang ngajarin kalian kayak gitu, Ha? Belum saatnya kalian berpacar-pacaran sampai akhirnya bermasalah dan menimbulkan perpecahan, itu sangat tidak baik! Harusnya kalian fokus berlajar dan berteman dengan baik! Bukan malah seperti itu!" cerocos Bu Key. "Siapa lagi yang bermasalah karena pernah pacaran? Ayo maju. Ibu suka dengan anak jujur!"

  "Kayaknya udah nggak ada deh, Bu. Tapi kalau bermasalah karena dengki itu ada?"

  "Siapa yang suka iri?" tanya Bu Key.

  "Banyaaaaaaaaak" jawab Tya.

  "Coba maju!"

  "Kuy ... Maju!" Tya mengajak ketiga temannya.

  "Kalian hebat, berani jujur! Ibu suka kejujuran kalian. Sekarang, kalian harus bercerita dengan jelas, dengan siapa kaliam dengki, dan apa alasannya!" Tya menjawab mewakili ketiga temannya. Pasalnya, mereka memiliki rasa dengki pada Relyn. Itulah alasan yang menjadikan Relyn jarang berteman dengan mereka selama ini.

  "Kalau saya sih nggak ada dengki sama Relyn Bu," jawab Seryl.

  "Lalu?"

  "Saya bermasalah dengan Kio karena masa lalu!"

  "Cukup, sudahi semua itu! Anak-anak semua, dengarkan saya! Untuk waktu  kalian sekarang ini, waktunya belajar tidak ada pacaran-pacaran, belum waktunya! Apalagi kalian belum bisa mengatasi masalah sendiri seperti ini? Kan nggak baik jadinya! Kalian hanya boleh berteman biasa. Kalian nggak dengar nasihat dari kepala sekolah hari senin kemarin?"

  "Dengar Bu!"

  "Ibu minta, kalau di kelas ini masih ada yang berpacaran, putuskan sekarang! Kalau hanya mantan dan sekarang bermasalah, bermaafanlah! Ayo, khususnya untuk kalian yang di depan, entah yang pernah berpacaran ataupun saling dengki, ayo bermaafan dan jangan diulangi lagi!" tutur Bu Key dengan tegas.

Diary RelynTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang