AUI-Chapter Sepuluh

1.3K 69 29
                                        

Bismillahirrahmanirrahim..

assalamualaikum, halo aku membawa chapter Sembilan cerita ini.

kalau ada typo silahkan di koreksi dan jika ada penyampaian yang salah tolong tegur aku dengan bahasa yang baik nanti aku ganti.

VOTE NYA JANGAN LUPA DONGG! GRATIS KOK! kalau kalian mikir vote juga pakai Kouta atau data, aku sebagai penulis abal-abal juga perlu ide, mood dan Kouta, mental karena di omelin orang tua guys. Satu vote dari kalian tuh bener-bener bangkitin semangat aku.

Aku juga mau bilang terima kasih ke kalian yang selalu mem vote dan komentar. Ada sekitar dua atau tiga akun gitu, Terima kasih banyak ya orang baik!

Dah lah males ngomel, aku nulis ini lagi puasa.

Selamat baca!

Hujan turun tiba-tiba, sedangkan sedari tadi cuaca cerah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hujan turun tiba-tiba, sedangkan sedari tadi cuaca cerah.

Arfathan menatap lurus menatap jalanan, dirinya saat ini seperti orang yang baru saja putus cinta.

Arfathan mengambil handphonenya untuk mengecek sesuatu, dahinya mengernyit ketika kontak yang ia lihat tidak muncul foto profil.

"Saya di blokir?" Arfathan mencoba mengirim pesan, dan ternyata pesan itu hanya ceklis satu. Yang artinya entah di pemilik kontak tidak punya Kouta atau memang dirinya yang di blokir.

Arfathan menutup matanya ketika hanya dua kemungkinan yang muncul di pikirannya, mungkin dirinya harus lebih ekstra berusaha lagi untuk mendapatkan hati Iaesha.

"Ya Allah, apakah saya harus menyusul dia ke Jakarta?" Tanya Arfathan pelan.

Draft draft

Arfathan mengangkat telepon yang ternyata peneleponnya adalah Ahmad.

"Assalamualaikum, Abi," Ucap Arfathan.

"Wa'alaikumussalam, Than. Kamu bisa kesini? soalnya lagi rapat."

Arfathan menganguk kecil ketika paham,"Bisa, Abi. Saya kesana sekarang."

"Oke, Than. Abi tutup teleponnya, Assalamualaikum."

"Wa'alaikumussalam."

Tut, panggilan terputus. Arfathan segera menyalakan mobilnya dan melaju menuju pesantren membelah jalanan.

•✧ω✧•

Iaesha berjalan di taman di temani oleh Metta.

"Jadi suami Lo itu Gus?" Tanya Metta.

"Seperti yang gue ceritain barusan," Jawab Iaesha.

Metta menatap Iaesha,"Gue gak ngerti sama orang tua Lo, kenapa bisa jodohin Lo gitu. Lebih parahnya Lo gak tau lagi," Ujar Metta.

A UNTUK I Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang