[Hargai karya orang lain dengan memberi vote,dan jika suka dengan tulisannya follow]
Seorang perempuan yang bernama Iaesha Valeryna Xavia, baru mengetahui suatu pernyataan yang membuat hidupnya detik itu juga berubah
perjodohan
Kata yang menurutnya...
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN YAA, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. MAAF KALAU ADA PERKATAAN AKU YANG KURANG MENGENAKAN BAIK YANG SENGAJA ATAU TIDAK AKU MINTA MAAF.
apa kabar semoga selalu baik dan kalian selalu berada didalam lindungan Allah yaa!
Jangan lupa Vote and komennya, semakin banyak vote dan komen semakin cepet aku Up nya!!
Maaf kalau ada typo, dan kesalahan penulisan dan lain-lain. Tolong dikoreksi jika ada
Selamat Baca semua!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arfathan menatap wajah cantik Iaesha yang juga menatapnya dengan senyum tipis yang mengembang.
Jika dilihat-lihat Iaesha memiliki wajah yang maa sya Allah cantik, Mata berwarna coklat, hidung macung, dan bibir yang berwarna pink alami.
"Kamu yakin dengan ucapan-mu, Iaesha?" Tanya Arfathan memastikan.
"Saya mau ijab kabulnya diulang, dan saya juga mau kita menjadi suami-istri sah dimata negara, Gus," Iaesha menggigit bibir bawahnya takut ketika melihat Arfathan yang tidak menjawab setelah ia mengatakan itu.
"Baik, saya akan lakukan," sepertinya laki-laki itu baru saja berpikir.
"Terima kasih banyak, Gus. Maaf ngerepotin."
"Tidak masalah. Namun, kamu pasti tau saat pernikahan itu berjalan pastinya banyak yang yang harus kita lalui, banyak masalah yang harus kita selesaikan bersama-sama," Arfathan masih betah memandangi wajah cantik Iaesha yang telah merupakan istrinya itu.
"Pastikan kamu ikhlas lahir batin dalam menjalani ibadah ini, jika ada masalah kita selesaikan dengan kepala dingin. Jangan sampai, ada diantara kita mengucapkan kata cerai, oke?"
Seolah ada daya tarik untuk Iaesha menganguk, seketika Iaesha menganguk kecil.
"Jadi kita pacaran dulu aja," Kata laki-laki itu santai.
Bola mata Iaesha membulat sempurna, apa tadi, pacaran? astaghfirullah kenapa dengan laki-laki didepannya ini?
"Pacaran, Gus?"
"Hem."
"Tapi kan pacaran itu gak boleh, Gus," Ucap Iaesha.
Arfathan berkekeh,"Memang, tapi kita boleh, Iaesha," Balas Arfathan.
"Nanti dosa, Gus," Arfathan tertawa kecil mendengar gumaman Istrinya yang menurutnya menggemaskan.
"Tidak, Iaesha."
Iaesha menganguk kaku,"Yaudah deh, Ikut aja saya."